
Natuna, mandalapos.co.id – Pemerintah Kabupaten Natuna ingin mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu tantangannya adalah memperkuat sektor nonminyak dan gas bumi (nonmigas), mengingat pertumbuhan ekonomi Natuna masih sangat berbeda ketika komponen migas dikeluarkan dari perhitungan.
Bupati Natuna Cen Sui Lan menyampaikan, pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan semakin baik ke depan. Namun, menurutnya, capaian tersebut tidak cukup dilihat dari angka yang masih ditopang sektor migas.
“Pertumbuhan ekonomi kita harapkan lebih bagus, tetapi kita tidak boleh melihat secara migas. Kita mau pertumbuhan ekonomi yang langsung dinikmati masyarakat,” kata Cen usai upacara peringatan HUT ke-27 Kabupaten Natuna di Pantai Piwang, Ranai, Senin (12/10/2026).
Ia menjelaskan, kontribusi migas terhadap angka pertumbuhan ekonomi tidak serta-merta langsung dirasakan masyarakat. Hasil dari sektor tersebut masih berkaitan dengan mekanisme pencatatan, pembagian, dan penerimaan pemerintah melalui Kementerian Keuangan.
Karena itu, Cen berharap pertumbuhan ekonomi Natuna ke depan semakin ditopang kegiatan usaha yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara langsung. Menurutnya, upaya tersebut menjadi tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah daerah.
“Apa yang sudah kita kerjakan banyak sekali. Kita mengharap apa yang kita kerjakan ini semoga segera ada hasilnya. Kita tunggu saja,” ujarnya.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam pidato Cen Sui Lan, pertumbuhan ekonomi tanpa migas tercatat 0,59 persen, membaik dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka minus 1,61 persen.
Perbedaan angka tersebut memperlihatkan tantangan yang masih dihadapi Natuna dalam mengembangkan kegiatan ekonomi di luar migas. Penguatan sektor nonmigas diperlukan agar aktivitas ekonomi masyarakat memiliki peran lebih besar dalam pertumbuhan daerah.
Sejumlah program pembangunan yang dipaparkan Cen di antaranya pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di 20 lokasi, hilirisasi kelapa dalam seluas 350 hektare, serta penguatan Koperasi Desa Merah Putih di 77 desa dan kelurahan.
Program lain yang disebutkan adalah pemberian perlindungan asuransi bagi 4.361 nelayan. Pengembangan kegiatan ekonomi berbasis potensi lokal tersebut diharapkan dapat mendukung usaha masyarakat dan memperluas manfaat pembangunan.
Cen juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan Natuna pada 2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat 78,94, sedangkan angka kemiskinan berada di 4,81 persen atau turun 0,44 poin. Rasio Gini tercatat 0,263.
Pemerintah daerah berharap berbagai program yang telah dan sedang dikerjakan dapat memberi hasil nyata bagi masyarakat. Bagi Natuna, tantangannya bukan hanya mencatat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, melainkan juga memperbesar manfaatnya bagi kehidupan dan kegiatan usaha warga.
*ALFIANA



















