ANAMBAS, mandalapos.co.id – Setelah empat anak buah kapal (ABK) asal Kabupaten Kepulauan Anambas yang sempat hilang kontak selama lima hari ditemukan dalam kondisi selamat, proses pemulangan mereka dari Malaysia kini menjadi perhatian utama.
Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Riau melalui Ketua DPC HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas, Agustar, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Dinas Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, untuk mempercepat pemulangan keempat ABK ke Indonesia.
“Sekarang kita masih melakukan koordinasi dengan Ketua DPD HNSI Kepri dan Dinas Perikanan Provinsi. Fokus kita bagaimana proses pemulangan empat ABK ini bisa segera dilakukan,” ujar Agustar saat dikonfirmasi, Sabtu (8/8/2026).
Keempat ABK tersebut merupakan awak KM Samudera Jaya Kelautan, kapal nelayan yang berangkat dari Air Sena, Kabupaten Kepulauan Anambas, menuju Batam pada Sabtu (1/8/2026).
Dalam perjalanan, kapal tersebut dilaporkan hilang kontak. Upaya pencarian kemudian dilakukan oleh tim gabungan bersama sejumlah pihak, termasuk HNSI, Basarnas dan unsur terkait lainnya.
Setelah beberapa hari pencarian, keempat nelayan tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat setelah mendapat pertolongan dari sebuah kapal berbendera Malaysia.
Keempat ABK kemudian dievakuasi ke wilayah Kuantan, Pahang, Malaysia, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Agustar mengatakan keselamatan keempat ABK menjadi prioritas utama. Setelah kondisi mereka dipastikan aman, HNSI kini fokus membantu proses koordinasi agar para nelayan tersebut dapat segera kembali ke Indonesia.
“Kita bersyukur mereka sudah ditemukan selamat. Sekarang tugas kita bersama memastikan mereka bisa segera kembali berkumpul dengan keluarga di Anambas,” katanya.
Menurut Agustar, proses pemulangan membutuhkan koordinasi lintas negara karena keempat ABK saat ini berada di wilayah Malaysia. Karena itu, komunikasi dengan pihak-pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan proses administrasi dan kepulangan mereka dapat berjalan lancar.
Sebelumnya, DPC HNSI Anambas turut bergerak melakukan koordinasi dengan Basarnas dan sejumlah instansi terkait setelah menerima laporan hilang kontaknya KM Samudera Jaya Kelautan.
Informasi mengenai kapal tersebut kemudian diteruskan melalui jaringan HNSI hingga ke tingkat Provinsi Kepulauan Riau. Setelah keempat ABK ditemukan, koordinasi kini berlanjut pada tahapan pemulangan mereka dari Malaysia ke Indonesia.
Agustar berharap proses tersebut dapat segera diselesaikan sehingga keempat nelayan asal Anambas dapat kembali ke daerah asal dan berkumpul dengan keluarga.
“Yang paling penting sekarang mereka sehat, selamat, dan bisa segera dipulangkan. Kami akan terus mengawal dan berkoordinasi sampai mereka benar-benar kembali ke Anambas,” tegasnya.



















