Putra Anambas Tembus Industri Musik Dunia, Griets Ariandi Sinaga Harumkan Nama Daerah Lewat Karya Ilustrasi

ANAMBAS, mandalapos.co.id – Berawal dari belajar secara otodidak melalui internet, seorang putra daerah asal Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, berhasil menembus industri kreatif musik dunia. Griets Ariandi Sinaga, yang akrab disapa Gery, kini dipercaya menggarap berbagai karya visual untuk band-band ternama nasional hingga internasional.

Di balik panggung megah konser musik dunia, terdapat sentuhan tangan kreatif seorang anak muda asal Kepulauan Anambas. Griets Ariandi Sinaga atau Gery, kelahiran Tarempa tahun 1993, kini dikenal sebagai ilustrator dan graphic designer yang karyanya digunakan oleh sejumlah band ternama dari berbagai negara.

Berkat kemampuan ilustrasi digital yang dipelajarinya secara mandiri, Gery mampu menembus pasar internasional tanpa melalui pendidikan formal di bidang desain. Selama lebih dari satu dekade, ia konsisten membangun portofolio hingga akhirnya dipercaya mengerjakan berbagai proyek visual di industri musik.

Saat dikonfirmasi Mandalapos.co.id, Senin (3/8/2026), Gery yang juga merupakan putra Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Rocky Hasudungan Sinaga, mengatakan saat ini dirinya fokus sebagai ilustrator dan graphic designer untuk berbagai kebutuhan industri musik.

“Sekarang saya fokus sebagai illustrator dan graphic designer. Karya yang saya buat umumnya berupa poster tur, cover album, desain merchandise, hingga kebutuhan branding band-band,” ujar Gery.

Ketertarikannya terhadap dunia desain tumbuh ketika masih duduk di bangku kuliah. Namun, kecintaannya pada ilustrasi membuatnya memilih menekuni profesi tersebut secara penuh hingga memutuskan untuk fokus membangun karier sebagai desainer profesional.

Perjalanan kariernya mulai berkembang pesat pada 2019 hingga 2020 ketika ia mulai menerima proyek dari luar negeri. Sejak saat itu, nama Gery semakin dikenal di kalangan industri musik internasional.

Tak hanya menggarap proyek untuk sejumlah musisi Indonesia, termasuk band legendaris Netral, Gery juga dipercaya membuat karya visual bagi band-band dunia seperti Slipknot dan Kreator yang memiliki jutaan penggemar di berbagai negara.

Kepercayaan yang diperolehnya tidak berhenti sampai di situ. Gery juga beberapa kali didapuk menjadi juri kompetisi ilustrasi digital tingkat nasional.

Salah satunya sebagai juri pada ajang ilustrasi digital yang diselenggarakan Wacom Indonesia, produsen perangkat tablet gambar yang banyak digunakan ilustrator profesional.

“Dalam kompetisi itu ada sepuluh orang juri dan saya menjadi salah satunya. Beberapa tahun terakhir saya juga dipercaya menjadi juri lomba ilustrasi tingkat SMA,” katanya.

Pengalamannya di industri kreatif juga membuat Gery kerap diundang menjadi pembicara dalam seminar maupun workshop di sejumlah perguruan tinggi, khususnya di Bali. Dalam berbagai kesempatan tersebut, ia membagikan pengalaman tentang bagaimana membangun karier sebagai ilustrator digital hingga mampu bersaing di pasar internasional.

Meski telah sukses berkarya di level dunia, Gery menilai ekosistem industri kreatif digital di Kepulauan Riau masih membutuhkan dukungan yang lebih besar.

Menurutnya, keberadaan komunitas kreatif, ruang kolaborasi, hingga pelatihan yang berkelanjutan sangat diperlukan agar semakin banyak talenta muda daerah yang mampu berkembang.

“Saya berharap ke depan ada lebih banyak media, komunitas, dan workshop yang bisa menjadi tempat berbagi ilmu tentang visual digital. Dengan begitu, semakin banyak anak muda Kepri yang berani berkarya dan mampu bersaing hingga tingkat internasional,” harapnya.

Gery menuturkan seluruh kemampuan yang dimilikinya diperoleh melalui proses belajar secara otodidak. Internet, media sosial, serta konsistensi membangun portofolio menjadi “sekolah” yang membawanya hingga ke panggung industri kreatif dunia.

Baginya, keberhasilan tidak ditentukan oleh latar belakang pendidikan semata, melainkan kemauan untuk terus belajar, beradaptasi, dan menghasilkan karya terbaik.

Kalau kita terus belajar dan konsisten membangun karya, peluang untuk menembus pasar internasional pasti terbuka,” tutupnya.

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini