KM Samudera Jaya Kelautan Hilang Kontak, DPC HNSI Anambas Koordinasikan Pencarian Bersama Basarnas

Ketua HNSI Anambas berkoordinasi dengan lintas instansi terkait Kapal nelayan KM Samudera Jaya Kelautan yang dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Air Sena, Kabupaten Kepulauan Anambas, menuju Batam. (Foto:Yahya/mandalapos)

ANAMBAS, mandalapos.co.id – Kapal nelayan KM Samudera Jaya Kelautan dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Air Sena, Kabupaten Kepulauan Anambas, menuju Batam. Menyikapi laporan tersebut, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas bergerak cepat berkoordinasi dengan Basarnas dan sejumlah instansi terkait untuk melakukan upaya pencarian.

Ketua DPC HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas, Agustar, saat dikonfirmasi Senin (3/8/2026) mengatakan laporan pertama diterimanya pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 20.25 WIB dari salah seorang pengurus HNSI di Air Sena.

“Laporan saya terima dari pengurus HNSI di Air Sena. Kapal KM Samudera Jaya Kelautan yang berangkat dari Air Sena pada Sabtu sekitar pukul 09.00 WIB dilaporkan hilang kontak,” ujarnya.

Setelah menerima informasi tersebut, DPC HNSI Anambas langsung meneruskan laporan kepada sejumlah instansi terkait, di antaranya Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Satpolairud Polres Kepulauan Anambas, Lanal Tarempa, serta Basarnas.

Menurut Agustar, pada malam yang sama pihaknya juga berkoordinasi dengan Basarnas Natuna mengingat wilayah kerja Basarnas Anambas berada di bawah koordinasi Basarnas Natuna.

Memasuki hari berikutnya, DPC HNSI bersama Dinas Perikanan, Satpolairud, Syahbandar Perikanan, PSDKP, BPBD, dan Basarnas menggelar koordinasi guna menyusun langkah-langkah pencarian terhadap kapal yang diketahui membawa empat orang anak buah kapal (ABK) tersebut.

“Hari ini kami bersama BPBD, Satpolairud, dan Basarnas akan melakukan pencarian menggunakan sarana Basarnas dengan rute dari Anambas menuju Palang Biru. Untuk wilayah di atas Palang Biru menjadi kewenangan Basarnas Tanjungpinang,” jelasnya.

Selain tim gabungan, pemilik kapal bersama keluarga para ABK juga melakukan pencarian secara mandiri menggunakan kapal-kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi yang diperkirakan menjadi jalur pelayaran KM Samudera Jaya Kelautan.

Agustar menegaskan hingga saat ini belum dapat dipastikan apa yang terjadi terhadap kapal tersebut. Oleh karena itu, seluruh pihak masih memusatkan perhatian pada upaya pencarian.

“Kami belum bisa memastikan apa yang terjadi terhadap kapal tersebut. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana seluruh unsur bersinergi untuk menemukan kapal beserta empat ABK-nya,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa perkembangan informasi tersebut telah dilaporkan kepada DPD HNSI Kepulauan Riau. Selanjutnya, DPD HNSI Kepri turut berkoordinasi dengan Basarnas Provinsi serta instansi perhubungan dan perikanan untuk menyebarluaskan informasi melalui jaringan radio komunikasi kapal yang melintas di wilayah perairan Kepulauan Riau.

Agustar berharap operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur tersebut dapat segera membuahkan hasil sehingga keberadaan kapal beserta seluruh awaknya dapat segera diketahui.

“Harapan kami seluruh ABK dalam keadaan selamat dan kapal dapat segera ditemukan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergerak bersama dalam upaya pencarian ini. Semoga ikhtiar yang dilakukan hari ini memberikan hasil terbaik,” pungkasnya.*

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini