Festival Layang-Layang Aduan Perdana Digelar di Anambas, Wabup Ajak Generasi Muda Lestarikan Tradisi

Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, membuka acara Festival Layang-layang Aduan, Sabtu (1/8/2026).

ANAMBAS, mandalapos.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas terus mendorong pelestarian budaya lokal melalui penyelenggaraan Festival Layang-Layang Aduan Ke-1 yang digelar di pelataran Masjid Agung Baitul Makmur, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Sabtu (1/8/2026).

Festival perdana tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian. Kegiatan merupakan hasil kolaborasi antara Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia (Pelangi), dan Penggiat Perfilman Anambas (Panglima).

Pembukaan festival turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur TNI dan Polri, anggota DPRD, para peserta, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Raja Bayu menegaskan bahwa permainan layang-layang aduan merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat pesisir yang telah hidup dan berkembang sejak lama di Kepulauan Anambas.

Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan maraknya permainan digital, tradisi tersebut harus terus dijaga agar tidak hilang ditelan zaman.

“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan permainan digital saat ini, keberadaan permainan layang-layang sebagai hiburan tradisional perlu dilestarikan agar tidak hilang ditelan zaman,” ujar Raja Bayu.

Ia menilai permainan layang-layang tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai kebersamaan, kreativitas, sportivitas, serta mempererat interaksi sosial di tengah masyarakat.

“Permainan layang-layang mengajarkan anak-anak untuk berinteraksi, bekerja sama, serta memanfaatkan waktu luang dengan aktivitas yang sehat di ruang terbuka,” katanya.

Raja Bayu mengajak seluruh anak-anak, pemuda, dan masyarakat Anambas untuk kembali menghidupkan permainan rakyat tersebut agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Mari kita lestarikan permainan rakyat ini. Melalui kegiatan seperti festival layang-layang, kita dapat menghidupkan kembali budaya sekaligus hobi yang mulai ditinggalkan,” tuturnya.

Lebih jauh, Wakil Bupati berharap Festival Layang-Layang Aduan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan dapat menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata.

Menurutnya, kegiatan budaya yang dikemas secara menarik berpotensi menjadi daya tarik wisata yang mampu mendatangkan kunjungan wisatawan dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

“Semoga festival layang-layang ini dapat menarik wisatawan lokal maupun luar daerah untuk berkunjung ke Anambas, sehingga budaya lokal tetap lestari sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. *

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini