Kejar Emas Porprov, Atlet Dayung Anambas Masih Berjuang Tanpa Dayung Standar

Atlet dayung Kabupaten Kepulauan Anambas menjalani latihan di perairan Anambas, Kamis (17/9/2026), sebagai persiapan menghadapi Porprov Kepri 2026 di Tanjungpinang.

Anambas, mandalapos.co.id – Target emas sudah dipasang atlet dayung Kabupaten Kepulauan Anambas untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau 2026 di Tanjungpinang. Namun, di balik latihan intensif yang dijalani hampir setiap hari, para atlet masih berhadapan dengan persoalan mendasar: keterbatasan peralatan latihan.

Ketua Umum Pengcab Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Kepulauan Anambas sekaligus pelatih, Wiwin Srianto, mengungkapkan timnya belum memiliki dayung dengan spesifikasi yang sesuai untuk menunjang persiapan pertandingan, termasuk dayung berbahan karbon.

Ironisnya, untuk mengejar prestasi di olahraga dayung, para atlet masih mengandalkan dayung kayu buatan masyarakat lokal.

“Sejauh ini kami masih menggunakan dayung kayu yang dibuat oleh masyarakat lokal. Padahal dayung merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan dalam olahraga perahu naga,” ungkap Wiwin saat ditemui di sela sesi latihan, Kamis (17/9/2026).

Kondisi tersebut tidak menyurutkan persiapan tim. Wiwin mengatakan para atlet tetap menjalani latihan rutin enam hari dalam sepekan. Senin hingga Sabtu, latihan dilakukan di air, sedangkan Minggu digunakan sebagai waktu istirahat.

“Sekarang kami dalam proses persiapan menuju Porprov. Kami latihan setiap hari, Senin sampai Sabtu latihan di air, sedangkan hari Minggu kami istirahat,” ujarnya.

Meski persiapan dilakukan dengan fasilitas terbatas, PODSI Anambas memasang target tinggi. Tim tidak ingin sekadar hadir sebagai peserta, tetapi berusaha membawa pulang medali emas untuk daerah.

“Target kami jelas tetap emas. Kami yakin dengan anak-anak yang sudah saya latih kurang lebih dua bulan ini, kami menargetkan bisa membawa pulang emas untuk Anambas,” kata Wiwin.

Pada Porprov Kepri 2026, PODSI Anambas telah melakukan entry by name dan entry by number untuk 10 nomor pertandingan. Nomor yang diikuti di antaranya dragon boat 10 pendayung jarak 500 meter dan 200 meter, serta nomor kayak dan kano.

Kembalinya dayung Anambas ke ajang Porprov juga menjadi catatan tersendiri. Cabang olahraga tersebut sempat mengalami kevakuman selama beberapa tahun setelah terakhir mengikuti Porprov sekitar 2018.

Kini, PODSI Anambas kembali membangun tim dengan waktu persiapan yang relatif singkat. Di tengah upaya tersebut, persoalan fasilitas masih menjadi pekerjaan rumah.

Wiwin mengatakan pengadaan peralatan dayung sebenarnya sudah diusulkan kepada pemerintah daerah sejak 2024. Namun, hingga kini peralatan yang dibutuhkan belum terealisasi.

“Kami sebelumnya di 2024 sudah mengajukan proposal. Namun karena anggaran sekarang dalam efisiensi, kami belum mendapatkannya. Proposal sudah kami ajukan di tahun-tahun sebelumnya, tetapi belum di-ACC dari daerah,” ujarnya.

Menurut Wiwin, keterbatasan fasilitas menjadi semakin disayangkan karena Anambas merupakan daerah kepulauan dengan wilayah laut yang luas. Kondisi geografis tersebut, kata dia, semestinya dapat menjadi modal untuk mengembangkan olahraga air secara lebih serius.

“Mayoritas wilayah kita laut, tetapi olahraga air masih sangat minim. Saya berharap daerah serius dan konsisten mendukung olahraga seperti ini, karena bisa memotivasi masyarakat sekaligus mempromosikan daerah melalui wisata bahari,” katanya.

Bagi Wiwin, pengembangan dayung juga tidak seharusnya berhenti pada target Porprov. Olahraga tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari promosi wisata bahari Anambas.

Menurutnya, olahraga prestasi dan pariwisata dapat berjalan beriringan melalui berbagai kegiatan olahraga air, termasuk festival perahu naga yang dapat mengangkat karakter daerah.

“Olahraga dayung ini ada dua tujuan, yaitu olahraga prestasi dan olahraga pariwisata yang bisa disatukan. Kabupaten dan kota lain yang sudah maju, seperti di Jawa Barat, memiliki festival-festival perahu naga untuk menunjukkan ikon daerah,” ujarnya.

Dengan waktu menuju Porprov yang semakin dekat, para atlet Anambas kini terus berlatih mengejar target emas. Namun, ambisi tersebut berjalan beriringan dengan harapan agar dukungan fasilitas tidak hanya hadir ketika pertandingan sudah di depan mata, melainkan menjadi bagian dari pembinaan olahraga yang berkelanjutan di daerah kepulauan tersebut.

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini