
NATUNA, Mandalapos.co.id – Pemerintah Kabupaten Natuna memanfaatkan momentum Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 untuk mengingatkan masyarakat terhadap berbagai tantangan yang kini dihadapi anak-anak di era digital, mulai dari cyberbullying, kecanduan gawai, hingga gangguan kesehatan mental.
Puncak peringatan Hari Anak Nasional tingkat Kabupaten Natuna mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Natuna, Boy Wijanarko Varianto, di Gedung Sri Serindit, Ranai, Kamis (23/7/2026).
Dalam sambutannya, Boy Wijanarko menegaskan bahwa kemajuan teknologi digital memang membuka banyak peluang bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang. Namun di balik manfaat tersebut, muncul pula berbagai risiko yang perlu diantisipasi bersama.
“Anak-anak Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai persoalan serius, mulai dari kekerasan terhadap anak, pelecehan, perkawinan usia dini, anak yang berhadapan dengan hukum, hingga dampak negatif penyalahgunaan teknologi digital,” ujarnya.
Menurut Boy, derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi telah melahirkan tantangan baru berupa tekanan sosial di dunia maya, perundungan siber (cyberbullying), kecanduan penggunaan gawai, hingga berbagai gangguan psikologis yang berpotensi menghambat tumbuh kembang anak.
Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Perlindungan anak harus menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, media massa, organisasi masyarakat, keluarga, hingga lingkungan sekitar harus berkolaborasi menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak,” katanya.
Boy juga mengingatkan agar peringatan Hari Anak Nasional tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi mampu mendorong aksi nyata dalam memenuhi hak-hak anak dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka.
“Jangan sampai kita sebagai orang dewasa justru menjadi pihak yang merenggut hak-hak anak. Mereka adalah aset bangsa sekaligus penentu masa depan Indonesia. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga, melindungi, dan membimbing mereka,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Natuna, Sri Riwayat, mengatakan anak merupakan investasi terbesar bangsa yang akan menentukan masa depan daerah.
Menurutnya, pembentukan karakter anak membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar lahir generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing.
Ia menjelaskan, peringatan Hari Anak Nasional tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan edukatif, di antaranya sosialisasi pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), penilaian Sekolah Ramah Anak, serta seminar bertema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan“ yang menghadirkan narasumber dari BKPSDM Kabupaten Natuna.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Natuna berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam upaya perlindungan anak sekaligus memperkuat komitmen bersama mewujudkan Kabupaten Layak Anak.
Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Kabupaten Natuna diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pemenuhan hak-hak anak, perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi, serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak sebagai generasi emas penerus bangsa.*
*Alfian




















