Antre hingga 20 Menit untuk Wudhu, Jamaah Masjid Agung Harap Pemkab Anambas Segera Perbaiki Fasilitas

ANAMBAS, mandalapos.co.id – Ratusan jamaah yang melaksanakan Salat Jumat di Masjid Agung Baithul Makmur, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Jumat (17/7/2026), mengeluhkan kondisi fasilitas tempat wudhu yang dinilai sudah tidak lagi memadai. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas segera melakukan perbaikan agar kenyamanan beribadah dapat terjaga.

Keluhan tersebut muncul karena kapasitas tempat wudhu dinilai tidak sebanding dengan jumlah jamaah, terutama saat pelaksanaan Salat Jumat maupun hari-hari besar keagamaan.

Salah seorang jamaah mengatakan, antrean untuk berwudhu dapat mencapai 15 hingga 20 menit. Kondisi itu diperparah dengan debit air yang kecil, bahkan terkadang tidak mengalir pada saat jumlah jamaah membludak.

“Setiap Jumat kami harus antre 15 sampai 20 menit hanya untuk wudhu. Airnya kecil, kadang mati. Lantainya juga licin. Kami khawatir ada jamaah yang jatuh. Ini Masjid Agung, pusat ibadah umat di Tarempa, seharusnya fasilitasnya layak,” ujar seorang jamaah.

Selain keterbatasan jumlah keran, jamaah juga menyoroti kondisi lantai area wudhu yang licin akibat sistem drainase yang kurang baik, terutama saat hujan turun. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan jamaah, khususnya lanjut usia dan anak-anak.

Tak hanya itu, minimnya penerangan di area tempat wudhu dan sekitar masjid juga menjadi perhatian masyarakat karena dianggap dapat mengurangi kenyamanan serta keamanan saat beribadah.

Pengurus Masjid Agung Baithul Makmur membenarkan adanya sejumlah kendala tersebut. Menurut pengurus, berbagai upaya perawatan telah dilakukan secara mandiri, namun keterbatasan anggaran membuat perbaikan secara menyeluruh belum dapat direalisasikan.

Atas kondisi tersebut, jamaah berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dapat segera mengambil langkah konkret dengan menambah jumlah keran wudhu, memperbaiki jaringan perpipaan agar debit air lebih stabil, memperbaiki sistem drainase, memasang lantai antiselip, serta membangun atap di area tempat wudhu.

Selain itu, masyarakat juga berharap pemerintah mengalokasikan anggaran khusus untuk revitalisasi fasilitas pendukung Masjid Agung Baithul Makmur serta melakukan peninjauan langsung ke lokasi guna melihat kondisi yang dikeluhkan jamaah.

“Kami tidak menuntut yang muluk-muluk. Kami hanya ingin beribadah dengan tenang, aman, dan nyaman. Kami berharap pemerintah hadir dan segera merespons. Masjid ini milik kita bersama,” kata perwakilan jamaah.

Sebagai masjid utama di ibu kota Kabupaten Kepulauan Anambas, Masjid Agung Baithul Makmur menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Karena itu, jamaah berharap fasilitas penunjang ibadah dapat terus ditingkatkan agar mampu memberikan pelayanan yang layak bagi masyarakat, khususnya pada pelaksanaan Salat Jumat dan hari-hari besar Islam.

Catatan redaksi: Hingga berita ini diterbitkan, Mandalapos.co.id masih berupaya menghubungi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas untuk memperoleh tanggapan terkait keluhan jamaah dan rencana penanganan fasilitas Masjid Agung Baithul Makmur

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini