Anambas, mandalapos.co.id – Kunjungan kapal pesiar MV Odyssey di Kepulauan Anambas dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas untuk memperkuat promosi destinasi wisata sekaligus memperluas pasar wisatawan mancanegara. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Anambas, Masykur, mengatakan penyambutan wisatawan diawali dengan welcome ceremony dan pengenalan budaya lokal di Kecamatan Siantan, Senin, 22 Juni 2026.
Wisatawan yang tiba tidak hanya kru kapal, tetapi juga penumpang yang datang untuk menikmati berbagai destinasi wisata di Anambas. Sebagian wisatawan masih menjalani pemeriksaan keimigrasian sehingga turun secara bertahap sebelum mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan.
Menurut Masykur, pemerintah daerah menyuguhkan jamuan makanan khas tradisional, memperkenalkan hasil kerajinan di Sentra Dekranasda Kabupaten Kepulauan Anambas, serta mengajak wisatawan mengikuti city tour di kawasan Terempa.
“Setelah kegiatan penyambutan, para wisatawan akan berkeliling kota hingga sore hari. Besok mereka dijadwalkan mengunjungi beberapa pulau, lokasi wisata, dan spot diving yang telah kami tawarkan melalui travel agent,”
Masykur menjelaskan kunjungan kapal pesiar menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi wisata bahari Anambas yang dikenal memiliki panorama pulau, pantai, dan terumbu karang.
Dinas Pariwisata, kata dia, terus menjalin komunikasi dengan agen perjalanan di kawasan ASEAN untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Selain itu, pemerintah daerah juga rutin mempromosikan destinasi unggulan melalui berbagai media digital.
Ia mengakui pengembangan sektor pariwisata tidak dapat hanya mengandalkan promosi. Dukungan transportasi dan infrastruktur masih menjadi tantangan utama untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Anambas.
“Bupati juga akan melakukan ekspos ke Singapura untuk membuka akses penerbangan langsung dari Singapura ke Anambas. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Johor terkait rute kapal menuju Anambas. Mudah-mudahan langkah ini bisa meningkatkan akses wisatawan ke daerah kita,” katanya.
Masykur menegaskan Anambas tidak diarahkan menjadi destinasi wisata massal. Pemerintah daerah lebih memilih mengembangkan konsep private tourism agar kelestarian alam tetap terjaga dan wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih berkualitas.
“Anambas kami konsepkan sebagai private tourism. Wisatawan yang datang mungkin tidak banyak, tetapi memberikan dampak ekonomi yang baik dan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat mendukung pengembangan pariwisata dengan menerapkan prinsip Sapta Pesona serta memberikan pelayanan yang ramah kepada setiap wisatawan.
“Berikan informasi yang benar kepada wisatawan dan layani mereka dengan baik. Dengan begitu mereka akan menceritakan pengalaman positif kepada orang lain sehingga semakin banyak yang tertarik berkunjung ke Anambas,” tutupnya.*
*YAHYA


















