Anambas, mandalapos.co.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar, menegaskan biaya pendaftaran Rp100 ribu pada Turnamen Domino dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Anambas ke-18 merupakan keputusan panitia komunitas dan tidak menggunakan anggaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas. Penegasan itu disampaikan Sahtiar saat dikonfirmasi di Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Lantai II, Pasir Peti, Senin, 22 Juni 2026, menyusul munculnya pertanyaan dari sejumlah peserta mengenai besaran biaya pendaftaran.
Menurut Sahtiar, panitia berasal dari komunitas pecinta domino yang secara mandiri menyelenggarakan turnamen sebagai bagian dari kemeriahan Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Anambas. Karena tidak memiliki anggaran khusus, biaya pendaftaran digunakan untuk mendukung kebutuhan pelaksanaan kegiatan, mulai dari konsumsi peserta hingga menutupi kebutuhan hadiah.
“Kami berterima kasih kepada teman-teman yang sudah mempertanyakan soal pendaftaran. Komunitas yang melaksanakan turnamen ini tidak memiliki anggaran khusus. Uang pendaftaran dipergunakan untuk konsumsi peserta dan kebutuhan pelaksanaan kegiatan,” kata Sahtiar.
Ia menjelaskan total hadiah yang disiapkan mencapai Rp23 juta untuk para pemenang. Nilai tersebut dapat diberikan karena panitia juga memperoleh dukungan dari sejumlah sponsor sehingga hadiah bisa diperbesar.
“Total hadiah yang disediakan Rp23 juta. Itu juga karena ada bantuan sponsor. Kalau hanya mengandalkan uang pendaftaran tentu tidak mencukupi,” ujarnya.
Sahtiar menegaskan turnamen tersebut bukan agenda resmi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dan tidak dibiayai melalui APBD. Menurutnya, pemerintah hanya memberikan ruang kepada berbagai komunitas untuk ikut memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Anambas melalui kegiatan positif.
“Ini bukan acara pemerintah daerah. Tidak ada sepeser pun uang pemerintah yang dipakai untuk kegiatan ini. Kalau ada bantuan dari pribadi, itu berbeda dengan bantuan pemerintah,” tegasnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa penggunaan nama Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Anambas berarti seluruh kegiatan merupakan program pemerintah. Menurutnya, siapa pun diperbolehkan menggelar kegiatan dalam rangka memeriahkan peringatan hari jadi daerah sepanjang dilaksanakan secara mandiri.
Menanggapi keluhan mengenai pendaftaran yang sempat ditutup kemudian dibuka kembali, Sahtiar mengatakan keputusan tersebut merupakan kewenangan panitia setelah melihat tingginya minat masyarakat mengikuti turnamen.
Awalnya pendaftaran ditutup pada 16 Juni. Namun setelah penutupan masih banyak peserta yang meminta kesempatan mendaftar. Karena pertandingan belum dimulai, panitia memutuskan membuka kembali pendaftaran hingga batas akhir menjelang pelaksanaan.
Ia menegaskan peserta tambahan bukan berasal dari tim yang sudah terdaftar sebelumnya, melainkan peserta baru yang belum sempat mendaftarkan diri. Informasi pembukaan kembali pendaftaran juga diumumkan secara terbuka melalui grup peserta turnamen.
Menurut Sahtiar, jumlah peserta akhirnya mencapai 179 orang. Namun pada saat pertandingan berlangsung masih terdapat sejumlah peserta yang tidak hadir karena berbagai alasan.
Sahtiar berharap polemik yang muncul tidak mengurangi semangat masyarakat dalam mengembangkan olahraga domino di Kabupaten Kepulauan Anambas. Ia menilai domino kini telah berkembang sebagai cabang olahraga sehingga perlu mendapat dukungan bersama.
“Saya berharap seluruh komunitas tetap saling mendukung. Kalau ada komunitas atau organisasi yang ingin membuat turnamen domino, mari kita dukung bersama selama tujuannya baik untuk memajukan olahraga domino,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat yang masih memiliki pertanyaan terkait pelaksanaan turnamen agar menyampaikannya langsung kepada panitia sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.
“Kami terbuka apabila ada hal yang ingin ditanyakan. Tujuan kami hanya ingin memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Anambas bersama masyarakat,” tutupnya.*
*YAHYA


















