Air Mati Dua Hari, Jemaah Masjid Agung Baitul Makmur Kesulitan Berwudhu

kondisi tempat berwudhu sepi karena tidak semua keran teraliri air.

Anambas, mandalapos.co.id – Pasokan air bersih di Masjid Agung Jami Baitul Makmur, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, dilaporkan terhenti selama sekitar dua hari hingga Jumat (19/6/2026). Kondisi tersebut membuat jemaah kesulitan mendapatkan air untuk berwudhu dan memenuhi kebutuhan dasar di lingkungan masjid.

Gangguan pasokan air ini diduga disebabkan oleh kebocoran pada jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak pengelola maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti dan target penyelesaian gangguan tersebut.

Marbot Masjid Agung Jami Baitul Makmur, Irwan Jaya, mengatakan pengurus masjid sempat mengandalkan air yang tersimpan di dalam tandon sebagai solusi sementara. Namun cadangan tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan dalam jangka panjang karena tetap bergantung pada pasokan dari jaringan utama.

“Katanya pipanya bocor. Tandon memang sempat diisi, tapi kalau air di tandon habis, tetap harus menunggu pasokan dari sana,” kata Irwan kepada awak media.

Menurutnya, informasi mengenai dugaan kebocoran pipa diperoleh dari seorang petugas SPAM yang dikenal dengan nama Pak Mail. Meski demikian, hingga saat ini pengurus masjid belum mendapatkan kepastian kapan perbaikan akan dilakukan dan kapan aliran air kembali normal.

“Kami cuma pengurus biasa. Untuk masalah itu kami juga kurang tahu bagaimana penanganannya dari pihak yang mengurus,” ujarnya.

Terhentinya pasokan air di salah satu rumah ibadah terbesar di Kabupaten Kepulauan Anambas tersebut menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu aktivitas ibadah masyarakat. Air merupakan kebutuhan utama bagi jemaah untuk berwudu sebelum melaksanakan salat berjamaah.

Pengelola Masjid Agung Jami Baitul Makmur menggunakan air dari tandon untuk jamaah berwudhu.

Sejumlah jemaah terpaksa mencari sumber air alternatif atau membawa air sendiri untuk keperluan bersuci. Kondisi ini dinilai tidak seharusnya terjadi, terlebih Masjid Agung Baitul Makmur merupakan pusat kegiatan keagamaan yang setiap hari melayani masyarakat dalam jumlah besar.

Peristiwa ini juga memunculkan pertanyaan mengenai keandalan jaringan distribusi air bersih di wilayah Tarempa serta kecepatan respons penanganan ketika terjadi gangguan pada fasilitas pelayanan publik yang vital.

Pengurus masjid berharap pihak terkait segera melakukan perbaikan agar pelayanan kepada jemaah dapat kembali normal, terutama menjelang pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan yang masih berlangsung dalam rangka Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dan Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Anambas ke-18.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya menghubungi pihak pengelola SPAM untuk memperoleh keterangan resmi terkait penyebab gangguan pasokan air ke Masjid Agung Jami Baitul Makmur.*

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini