Anambas, mandalapos.co.id – Wakil Bupati Kepulauan Anambas Raja Bayu Febri Gunadian mengikuti kegiatan pemantapan data usulan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih wilayah Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 secara virtual bersama Pemerintah Provinsi Kepri dan sejumlah instansi terkait, Senin (18/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Media Center Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Pasir Peti tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari sinkronisasi dan pemantapan data usulan pembangunan kawasan nelayan di wilayah Kepulauan Riau.
Dalam forum tersebut, pemerintah kabupaten dan kota diberikan kesempatan menyampaikan kondisi lapangan, kesiapan wilayah, hingga kendala yang dihadapi dalam proses pengusulan program Kampung Nelayan Merah Putih.
Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mendukung pengembangan kawasan pesisir serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, khususnya di wilayah perbatasan.
Dalam kesempatan itu, Raja Bayu Febri Gunadian menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas terus berupaya mendorong pengembangan kawasan pesisir dan perkampungan nelayan melalui program tersebut.
“Tahun 2025 kami mengidentifikasi Kampung Nelayan Merah Putih sebanyak 19 lokasi. Namun kami masih terkendala persoalan lahan di darat, sehingga setelah dilakukan pengumpulan data dan penyesuaian, saat ini dapat diupayakan tujuh kampung nelayan yang lahannya sudah tersedia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari usulan yang diajukan, sebanyak lima kampung nelayan dinyatakan lolos untuk tahap survei. Meski demikian, sebagian besar lokasi yang diusulkan berada di atas laut sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam proses penetapan dan pengembangannya.
“Atas kondisi tersebut, kami juga masih akan kembali mengusulkan sekitar 15 kampung nelayan lainnya untuk dapat dipertimbangkan pada tahap selanjutnya,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menekankan pentingnya memperhatikan aksesibilitas wilayah dalam penetapan lokasi pembangunan.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya berfokus pada kawasan di atas laut, tetapi juga harus mempertimbangkan akses darat guna mendukung keberlanjutan pembangunan dan menghindari kendala operasional di masa mendatang.
Ansar Ahmad juga menyoroti pentingnya kawasan perbatasan sebagai wilayah strategis nasional, khususnya daerah di ujung utara Indonesia. Pendekatan pembangunan berbasis sentimen kawasan perbatasan dinilai dapat menjadi penguatan dalam penetapan prioritas pembangunan daerah.
Dalam pertemuan tersebut turut dibahas koordinasi lintas instansi, termasuk agenda kerja sama dan komunikasi dengan sejumlah pihak terkait guna mendukung kelancaran program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kepulauan Riau.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan pemantapan data usulan bersama seluruh peserta rapat guna menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi dalam mendukung percepatan pembangunan kawasan Kampung Nelayan Merah Putih di Provinsi Kepulauan Riau.*
*YAHYA


















