Harlah Gerindra ke-18, Kader Diinstruksikan Jadi Motor Penggerak Sosial di Natuna

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kepri, Marzuki SH

Natuna, mandalapos.co.id – Memperingati Hari Lahir (Harlah) Partai Gerindra ke-17, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Kepulauan Riau menginstruksikan seluruh kader untuk turun langsung ke masyarakat dan menjadi motor penggerak kegiatan sosial, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kabupaten Natuna.

Sebagai bentuk nyata peringatan hari jadi partai, Gerindra menjadwalkan pembagian 1.000 paket sembako yang akan disalurkan ke seluruh wilayah Kabupaten Natuna. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi anak yatim dan warga kurang mampu, sejalan dengan arahan DPP Gerindra agar peringatan harlah dilakukan secara sederhana namun memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Marzuki, S.H., menegaskan bahwa peringatan Harlah Gerindra tahun ini tidak berfokus pada seremoni, melainkan pada kerja-kerja kerakyatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kami memang diinstruksikan untuk memperingati harlah dengan sederhana. Yang terpenting adalah pesan Ketua Umum dan Ketua DPD, bahwa kader Gerindra harus hadir dan terjun langsung ke tengah masyarakat,” ujar Marzuki, Jumat (6/2/2026).

Menurutnya, kader Gerindra tidak boleh bersikap pasif, tetapi harus aktif mengambil peran dalam berbagai kegiatan sosial di lingkungan masing-masing. Mulai dari gotong royong, aksi kemanusiaan, hingga kepedulian terhadap kelompok rentan.

Natuna Jadi Fokus Aksi Sosial Gerindra

Pemilihan Kabupaten Natuna sebagai salah satu lokasi utama penyaluran bantuan menunjukkan komitmen Partai Gerindra dalam memperhatikan wilayah strategis perbatasan. Sebanyak 1.000 paket sembako tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan emosional antara partai dan konstituen di tingkat akar rumput.

Sasaran bantuan meliputi anak yatim dan keluarga prasejahtera yang tersebar di berbagai pelosok Natuna, dengan mengedepankan prinsip kepedulian dan aksi nyata, bukan perayaan formal semata.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk politik kehadiran, di mana partai hadir langsung di tengah masyarakat, terutama di daerah kepulauan dan perbatasan. Di tengah dinamika politik nasional, instruksi untuk tetap sederhana dan fokus pada pengabdian menjadi pesan simbolis bahwa kekuatan Gerindra bertumpu pada kerja sosial dan keberpihakan kepada rakyat.

Keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh kesiapan dan efektivitas kader di lapangan, agar bantuan benar-benar tersalurkan tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Natuna.*

*Alfian

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini