Anambas, Mandalapos.co.id — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mengambil langkah antisipatif dengan menggelar Rapat Koordinasi Terpadu guna memastikan ketersediaan bahan pokok masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas potensi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah kepulauan.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, tersebut melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hadir dalam kegiatan itu Pabung Kodim 0318/Natuna, Danlanal Tarempa, Kejaksaan Negeri Anambas, DPRD, Organisasi Perangkat Daerah terkait, serta perwakilan pelaku usaha dan distributor bahan pangan.
Dalam rapat tersebut, Bupati Aneng memaparkan kondisi aktual ketahanan pangan di Anambas. Ia menyebutkan, sejumlah komoditas strategis seperti bawang merah, bawang putih, minyak goreng, dan gula pasir masih sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar daerah karena belum dapat diproduksi secara mandiri.
Sementara itu, beberapa kebutuhan pangan lainnya seperti beras, cabai rawit, cabai merah, telur ayam, daging ayam, dan daging sapi sudah tersedia dari produksi lokal. Namun, jumlahnya dinilai belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.

Menurut Aneng, kondisi geografis Kabupaten Kepulauan Anambas yang didominasi wilayah laut menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan sektor pertanian darat. Hal tersebut menyebabkan ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah masih cukup tinggi.
“Kita tidak hanya membahas persoalan harga dan pasokan dari luar Anambas, tetapi juga bagaimana memperkuat ketahanan pangan lokal. Setidaknya, kebutuhan pokok tertentu dapat dipenuhi dari produksi dalam daerah,” ujar Aneng.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan, antara lain melalui optimalisasi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, termasuk pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk menanam cabai dan berbagai jenis sayuran.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DPPP) Kepulauan Anambas, Archan Iskandar, menyampaikan bahwa secara umum stok bahan pokok saat ini masih dalam kondisi relatif aman. Komoditas seperti beras, gula, minyak goreng, telur ayam, daging sapi, bawang, dan tepung terpantau mencukupi.
Namun, Archan mengungkapkan adanya penurunan stok cabai rawit dan cabai merah yang berdampak pada kenaikan harga di pasaran. Untuk itu, diperlukan pengawasan intensif oleh Pemerintah Daerah bersama Satgas Pangan Polres Kepulauan Anambas.
Di sisi lain, Kepala Bulog Kabupaten Kepulauan Anambas, Rustam Efendi, memastikan ketersediaan beras di gudang Bulog dalam kondisi aman. Saat ini, sebanyak 276 ton beras tersimpan di Gudang Bulog Siantan dan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan.
Wakapolres Kepulauan Anambas, Kompol Shallahuddin, S.H., mewakili Kapolres, menegaskan kesiapan Satgas Pangan dalam mengawal stabilitas bahan pokok. Pihak kepolisian siap melakukan pengawasan terhadap potensi penimbunan, kejahatan pangan, serta mengantisipasi kelangkaan dan lonjakan harga akibat kendala transportasi laut selama musim cuaca ekstrem.
Melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh pihak sepakat untuk mengambil sejumlah langkah strategis. Di antaranya, memprioritaskan penyerapan hasil petani lokal untuk komoditas tertentu seperti beras, cabai, dan sayuran, melakukan validasi data stok pangan secara menyeluruh, serta mewajibkan distributor melaporkan perkembangan harga bahan pokok kepada Pemerintah Daerah dan Satgas Pangan.*(ADV)
*YAHYA



















