Tikar Pandan Serasan, Kerajinan Tangan Tradisional dari Natuna

276
tikar pandan buatan masyarakat pulau serasan-Natuna memiliki beragam motif menarik dan cantik (Foto: Ist)

Mandalapos.co.id, Natuna- Kabupaten Natuna di Provinsi Kepulauan Riau, selama ini lebih dikenal dengan potensi alamnya, berupa sumber daya Minyak dan Gas, perikanan, serta wisata bahari.

Namun perlu diketahui, daerah terdepan Indonesia ini juga kaya dengan ragam kearifan lokal berupa kebudayaan dan kesenian yang tak kalah menarik.

Salah satunya kerajinan tangan pembuatan anyaman dari daun pandan khas Pulau Serasan, Natuna.

Tanaman pandan, khususnya pandan duri sangat mudah ditemui di Kabupaten Natuna. Pandan duri merupakan sejenis tumbuhan anggota suku Pandanaceae, yang tersebar tumbuh pada rentang ketinggian antara 0–610 m dpl di seluruh pantai dan pulau di kawasan Asia Selatan dan Timur sampai ke Polinesia.

Masyarakat Pulau Serasan, sudah turun temurun memanfaatkan daun pandan duri sebagai kerajinan tangan. Awalnya, anyaman pandan Serasan hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari hari, seperti tikar untuk alas tempat tidur, alas untuk duduk, alas memandikan mayat dan sebagainya. 

Terutama untuk upacara-upacara tradisional, seperti untuk acara pernikahan dan perjamuan tamu. Hal ini seiring dengan makna dan arti yang terkandung dari tikar itu sendiri.

Seiring berjalannya waktu, penggunaan anyaman tikar Serasan ini juga telah merambah sisi dekorasi, mulai dari paduan furniture dan gaya hidup.

Kini, hasil produk kerajinan anyaman pandan tidak hanya berupa tikar saja, melainkan juga banyak produk anyaman lainnya.

Ada beberapa jenis produk yang diolah dari anyaman daun pandan. Seperti, dompet, topi, sajadah, hiasan dinding, sandal bermotif , tempat tissue, tempat hantaran pengantin, bakul pandan dan lainnya.

produk kerajinan tangan selain tikar yang terbuat dari anyaman pandan khas Serasan (Foto: dok.Disparbud Natuna)

Motif dan warna anyaman tikar pandan ini pun tidak terlepas dari inspirasi budaya khas masyarakat tempatan, yang ditemukan dari nenek moyang masyarakat Natuna itu sendiri.

Dihimpun dari berbagai sumber, saat ini terdapat sekitar 50-an motif tikar pandan Serasan Natuna yang terdata, diantaranya motif beragi biasa, palak paku, kembang manggis, motif biji kurma, motif bunga matahari sisik ikan, motif bunga prepat, motif bunga retak, motif bunga telpuk, motif dam, motif dayak biji kurung, motif dua beradik, motif iris luwe, motif jermalik, motif kampuh, motif ular berenang, motif nyiruk, motif rabun 9 serong jermalik, motif rante sinso, motif sasak, motif sender beragi tunggal, motif sentang tanah merah, motif serong bunga telpuk, motif serong rabun 12 kembang kacang, motif serong siku keluang kembang kacang, motif tabur awan, motif tujuh lapis, motif tiga beradik telur sekampuh dan banyak lagi motif-motif lainnya yang tak kalah unik.

Rata rata pengerjaan pembuatan anyaman tikar, paling cepat 2 hari untuk tikar yang bentuk sederhana.

Sedangkan tikar dengan pola kesulitan, kerumitan, dan dimensi luas yang besar serta rumit, membutuhkan waktu pengerjaan 1 minggu hingga 2 bulan lamanya.

Komandan Kodim O318/Natuna saat membeli tikar pandan hasil kerajinan tangan masyarakat serasan

Untuk harga jual tikar Serasan bervariasi, disesuaikan dengan faktor seperti keindahan motif, tingkat kerumitan pola anyaman, ditambah dengan luas tikar itu sendiri. Adapun rentang harga untuk tikar serasan dimulai dari Rp150 ribu hingga jutaan rupiah.

Sedangkan, untuk jenis kerajinan lain dari anyaman pandan seperti dompet, tas, sendal, bakul dan lainnya, dibandrol dengan harga mulai dari Rp50 ribu hingga ratusan ribu rupiah.

***Alfian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here