Natuna, mandalapos.co.id – Tak semua mimpi lahir di kota besar. Sebagian tumbuh diam-diam di pulau terluar, di ruang kelas sederhana, ditemani angin laut dan doa orang tua. Jumat (19/12/2025), mimpi itu mendarat di Natuna bersama delapan Taruna Akademi Angkatan Udara asal Provinsi Kepri, yang transit di Pangkalan TNI AU Raden Sadjad (Lanud RSA) Natuna dalam rangka Cuti Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Di antara mereka, dua sosok berjalan dengan kebanggaan yang tak terucap. Sermatar Ramadhan dan Sermatar Buana Firdaus Ariadi, putra asli Kabupaten Natuna, kembali menginjak tanah kelahiran bukan sebagai pelajar biasa, melainkan sebagai taruna Akademi Angkatan Udara, institusi yang selama ini mungkin terasa jauh dari bayangan anak-anak pulau perbatasan.
Ramadhan dan Buana adalah alumni SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Bunguran Timur. Dari bangku sekolah menengah di daerah perbatasan, mereka menembus seleksi ketat dan disiplin keras Akademi Angkatan Udara. Seragam yang mereka kenakan hari ini adalah hasil dari ketekunan, pengorbanan, dan keberanian memilih jalan pengabdian.
Selain dua taruna asal Natuna, rombongan ini juga diisi dua taruna dari Tanjungpinang dan empat taruna dari Batam. Delapan anak muda Kepulauan Riau ini menjadi potret generasi yang memilih mengabdi kepada bangsa melalui TNI Angkatan Udara, menjaga langit negeri dari batas terluar Indonesia.
Kedatangan para taruna disambut langsung oleh Komandan Lanud RSA, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han. Bagi para taruna, momen ini memiliki makna tersendiri. Danlanud RSA bukan hanya seorang perwira tinggi, tetapi juga senior sesama alumni Akademi Angkatan Udara lulusan tahun 1997.
Didampingi Kepala Dinas Operasi Lanud RSA Kolonel Pnb Dion Aridito, S.T., M.M., serta Komandan Skadron Udara 52 Letkol Pnb Gatot Prasetyo Adjar Bharoto, M.Han., Danlanud RSA berpesan agar para taruna senantiasa menjaga nama baik TNI Angkatan Udara, menjadi teladan di tengah masyarakat, dan memanfaatkan momen Natal serta Tahun Baru untuk mempererat ikatan dengan keluarga.
Bagi generasi muda Natuna, kehadiran Ramadhan dan Buana adalah jawaban tanpa kata. Bahwa dari pulau terluar negeri, lahir anak-anak bangsa yang berani bermimpi setinggi langit, menempuh jalan disiplin, dan mengabdikan diri untuk Indonesia tanpa harus meninggalkan identitas sebagai anak daerah.*
*Alfian





















