Kades Tiangau Dukung DASHAT, Dorong Keluarga Penuhi Gizi Anak untuk Cegah Stunting

Kepala Desa Tiangau Khermansya menghadiri pelatihan dan edukasi gizi melalui program DASHAT di Balai Desa Tiangau, Kecamatan Siantan Selatan, Anambas, Selasa (6/10/2026)

Anambas, mandalapos.co.id – Pemerintah Desa Tiangau, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, mendorong peningkatan pemahaman keluarga tentang pemenuhan gizi anak melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung KB Desa Tiangau.

Dukungan tersebut disampaikan Kepala Desa Tiangau, Khermansya, saat menghadiri pelatihan dan edukasi gizi di Balai Desa Tiangau, Selasa (6/10/2026). Kegiatan ini menyasar kader dan para ibu, khususnya yang memiliki anak balita, agar lebih memahami cara menyediakan makanan bergizi seimbang dengan bahan yang mudah diperoleh dan terjangkau.

Khermansya mengatakan, program DASHAT menjadi salah satu upaya untuk mendukung percepatan penurunan stunting melalui peningkatan pengetahuan keluarga dalam mengolah dan menyajikan makanan sehat.

“Hari ini kita melaksanakan pelatihan dan edukasi gizi melalui program DASHAT di Kampung KB yang bertempat di Balai Desa Tiangau. Kegiatan ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada ibu-ibu dan kader kita tentang bagaimana cara mengolah makanan yang bergizi, sehat, dan terjangkau untuk keluarga, terutama untuk anak-anak kita agar terhindar dari stunting,” ujar Khermansya.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menyiapkan makanan bagi anak selama masa pertumbuhan.

“Pemerintah Desa Tiangau berkomitmen penuh untuk mendukung program percepatan penurunan stunting. Melalui Kampung KB dan DASHAT ini, kita harapkan ibu-ibu bisa mempraktikkan langsung di rumah cara membuat menu bergizi seimbang. Anak sehat, desa kuat. Mari kita bersama-sama wujudkan Desa Tiangau bebas stunting,” katanya.

Pelatihan tersebut diikuti kader Posyandu, kader PKK, kader Bina Keluarga Balita (BKB), serta para ibu yang memiliki anak balita. Materi yang disampaikan meliputi gizi seimbang, pengolahan bahan pangan lokal menjadi makanan bergizi, serta pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Peserta juga mengikuti sesi tanya jawab dan praktik memasak menu sehat. Kegiatan ini diharapkan membantu keluarga memahami pilihan makanan yang sesuai dengan kebutuhan gizi anak tanpa harus bergantung pada bahan pangan yang mahal.

Melalui pelaksanaan DASHAT di Kampung KB, Pemerintah Desa Tiangau berharap kesadaran keluarga terhadap pentingnya gizi semakin meningkat. Upaya tersebut diharapkan turut mendukung pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan ibu serta anak di Desa Tiangau.*

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini