
Natuna, mandalapos.co.id – Karnaval Budaya bertema “Harmoni Budaya di Lantai Samudra” menghadirkan pemandangan berwarna sebagai rangkaian acara memperingati HUT ke-27 Kabupaten Natuna, Minggu (11/10/2026) di Pantai Piwang, Ranai. Sebanyak 23 peserta tampil dengan beragam kreasi kostum yang bukan hanya menonjolkan budaya daerah, tetapi juga bercerita tentang kekayaan alam dan sejarah Natuna.
Sepanjang rute dari Pasar JICA menuju Pantai Piwang, Ranai, peserta menyuguhkan penampilan yang mencuri perhatian warga. Busana daerah dipadukan dengan berbagai ornamen unik, membuat karnaval ini terasa lebih dari sekadar parade pakaian adat.
Ada peserta yang menghias kostumnya dengan ornamen rumah adat, menghadirkan gambaran arsitektur tradisional yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Natuna. Peserta lainnya tampil dengan ornamen gurita, simbol yang mengingatkan pada kekayaan perikanan di wilayah kepulauan tersebut.
Tak kalah menarik, kostum bajak laut juga muncul dalam parade. Penampilan ini membawa nuansa cerita masa lampau tentang kehidupan di laut Natuna, yang sejak dulu menjadi ruang aktivitas masyarakat sekaligus bagian dari perjalanan sejarah kawasan tersebut.
Perpaduan berbagai kreasi itu membuat setiap penampilan membawa cerita berbeda. Budaya, laut, hasil perikanan, hingga jejak sejarah diangkat melalui kostum dan atraksi yang disaksikan masyarakat di sepanjang kegiatan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Natuna, Ilham Kauli, mengatakan karnaval tersebut digelar atas arahan bupati dan wakil bupati untuk memeriahkan hari jadi daerah sekaligus mendorong pelestarian budaya.
“Sesuai dengan arahan pimpinan kita dalam hal ini bupati dan wakil bupati, agar dibuat kegiatan karnaval budaya dalam rangka memeriahkan HUT Natuna ke-27. Dengan harapan ini menjadi suatu langkah positif untuk menuju Natuna yang lebih maju,” ujar Ilham sebelum pelepasan peserta.
Menurut Ilham, kegiatan seperti ini juga berpotensi menjadi daya tarik pariwisata. Jika dikembangkan secara berkelanjutan, kegiatan budaya dapat ikut menggerakkan ekonomi masyarakat, mulai dari usaha perhotelan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga sektor kuliner.
Lebih dari hiburan, karnaval diharapkan menjadi cara untuk mengenalkan adat istiadat dan warisan budaya kepada generasi muda. Dengan begitu, tradisi yang tumbuh di tengah masyarakat Natuna tidak hanya ditampilkan saat perayaan, tetapi juga terus dikenal dan diwariskan.
Ilham turut menekankan pentingnya dukungan masyarakat, tokoh adat, generasi muda, dan berbagai unsur lainnya dalam menjaga kekayaan budaya sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Peserta karnaval dilepas oleh Sekretaris Daerah Natuna dan disaksikan Bupati serta Wakil Bupati Natuna di kawasan Pantai Piwang. Sejumlah tokoh dan elemen masyarakat juga hadir menyaksikan parade yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-27 Kabupaten Natuna tersebut.
*ALFIANA




















