
Natuna, mandalapos.co.id – Perjuangan Bupati Natuna Cen Sui Lan ketika masih duduk sebagai anggota DPR RI disebut turut membuka jalan bagi hadirnya teknologi radar maritim di Kabupaten Natuna.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Penagi-Natuna, Rafael Alesandro Marbun, S.Tr., mengatakan dukungan Cen Sui Lan terhadap penguatan sistem observasi maritim di Natuna telah dilakukan sejak dirinya masih menjadi anggota DPR RI.
Hal itu disampaikan Rafael di sela kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Natuna 2026 di Aula Stasiun Meteorologi Maritim Penagi-Natuna, Selasa (22/9/2026).
Menurut Rafael, upaya tersebut kini mulai dirasakan manfaatnya dengan hadirnya teknologi radar maritim di Natuna, yaitu High Frequency Radar (HF Radar) dan X-Band.
“Pada kesempatan ini kami secara khusus mengucapkan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, khususnya kepada Ibu Bupati. Karena bantuan beliau, sekarang Natuna sudah punya HF Radar,” ujar Rafael.
Ia menjelaskan, HF Radar dapat membantu BMKG memperoleh informasi mengenai kondisi laut, termasuk gelombang dan arus. Informasi tersebut nantinya dapat menjadi salah satu bahan bagi nelayan sebelum memutuskan melakukan pelayaran.
Rafael bahkan mengaitkan keberadaan radar tersebut dengan perjuangan Cen Sui Lan ketika masih menjadi legislator di tingkat pusat.
Menurut dia, Natuna menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian dalam pengembangan teknologi observasi maritim. Ia menyebut pembangunan radar maritim tersebut juga dilakukan di Cilacap.
“Hadirlah dua radar maritim, yakni HF Radar dan X-Band di Natuna. Ini tidak terlepas dari perjuangan Ibu Bupati Cen Sui Lan ketika masih menjabat sebagai anggota DPR RI,” kata Rafael.
Pernyataan Rafael tersebut sejalan dengan langkah terbaru Pemerintah Kabupaten Natuna dalam memperkuat kerja sama dengan BMKG. Pada awal September 2026, Pemkab Natuna menyerahkan dukungan lahan untuk pembangunan infrastruktur HF Radar BMKG di wilayah Natuna. BMKG menyebut HF Radar digunakan untuk mengamati gelombang dan arus laut.
Bagi Rafael, keberadaan radar tidak berhenti pada soal kecanggihan peralatan. Data yang dihasilkan harus sampai kepada masyarakat yang sehari-hari bergantung pada laut.
Karena itu, ia mengajak nelayan memanfaatkan layanan informasi BMKG sebelum berlayar. Nelayan dapat berkoordinasi dengan BMKG untuk mengetahui kondisi gelombang di perairan Natuna.
“Bapak-bapak nelayan yang mungkin akan melakukan pelayaran boleh hubungi kami untuk mengetahui seberapa tinggi gelombang di Natuna,” ujarnya.
Ia berharap informasi tersebut dapat membantu nelayan mengurangi risiko saat berada di laut.
“Dengan kehadiran HF Radar ini kami harap semua nelayan di Natuna yang akan melakukan aktivitas di laut bisa selamat dan bisa menghasilkan yang lebih baik lagi,” kata Rafael.
Bupati Natuna Cen Sui Lan sebelumnya juga menilai keberadaan radar memiliki arti penting bagi daerah kepulauan dan perbatasan. Dalam kerja sama dengan BMKG, ia menyebut teknologi tersebut dapat memberi manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus memperkuat posisi Natuna sebagai wilayah perbatasan.
Bagi masyarakat Natuna yang sebagian aktivitas ekonominya bergantung pada laut, informasi mengenai kondisi perairan menjadi bagian penting dalam menentukan kapan harus berangkat, wilayah yang perlu dihindari dan bagaimana mempersiapkan perjalanan.
Melalui penguatan teknologi observasi maritim dan edukasi kepada nelayan, informasi yang sebelumnya lebih banyak berada di ruang-ruang teknis diharapkan semakin dekat dengan masyarakat yang setiap hari berhadapan langsung dengan kondisi laut.*
*ALFIAN






















