
Natuna, mandalapos.co.id – Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan operasi bibir sumbing mendorong Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad (Lanud RSA), Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, mewacanakan kembali pelaksanaan operasi bibir sumbing gratis di Kabupaten Natuna pada tahun-tahun berikutnya.
Wacana itu disampaikan Onesmus setelah melihat antusiasme masyarakat mengikuti Bakti Sosial Kesehatan HUT TNI ke-81 yang digelar Lanud RSA di RSAU dr. Yuniati Wisma Karyani Lanud RSA, 19-20 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 11 pasien menjalani operasi bibir sumbing dengan dukungan 13 tenaga medis dari RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito Yogyakarta.
Bagi Onesmus, tingginya jumlah peserta bukan sekadar menunjukkan antusiasme warga. Ia melihat masih ada kebutuhan layanan serupa yang perlu ditangani secara berkelanjutan, terutama karena sebagian pasien dengan bibir sumbing dapat membutuhkan lebih dari satu tahap tindakan medis, sesuai kondisi masing-masing.
“Melihat antusiasme masyarakat dan masih banyaknya masyarakat Natuna yang membutuhkan, kami ingin kegiatan seperti ini bisa kembali dilaksanakan di Natuna,” ujar Onesmus.
Menurutnya, penanganan bibir sumbing tidak selalu selesai dalam satu kali operasi. Pada pasien tertentu, tindakan dapat dilakukan secara bertahap, misalnya operasi pada bagian bibir terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan tindakan pada bagian langit-langit mulut pada waktu berikutnya.
Kebutuhan tindakan lanjutan tersebut membuat keberadaan layanan operasi di Natuna menjadi penting. Jika seluruh tindakan harus dilakukan di luar daerah, keluarga pasien tidak hanya menghadapi persoalan biaya operasi, tetapi juga ongkos perjalanan, akomodasi serta kebutuhan lain selama berada di luar Natuna.
Pengalaman itu dirasakan Zaki Husairi, orang tua Innaya Fatiyaturrahma, salah seorang peserta operasi dalam kegiatan tersebut.
Innaya sebelumnya pernah mengikuti operasi bibir sumbing yang digelar TNI beberapa tahun lalu. Saat itu, tindakan dilakukan pada bagian bibir luar. Dalam kegiatan tahun ini, Innaya kembali menjalani tindakan, kali ini pada bagian langit-langit mulut.
“Kali ini bagian langit-langit mulutnya. Alhamdulillah operasinya lancar,” ujar Zaki.
Pengalaman Innaya memperlihatkan bahwa bagi sebagian pasien, penanganan bibir sumbing dapat membutuhkan tahapan berbeda. Karena itu, tersedianya layanan operasi secara berkala di daerah dapat membantu pasien mendapatkan penanganan lanjutan tanpa harus selalu bepergian ke luar Natuna.
Hal serupa disampaikan Sephia, warga Desa Sungai Ulu, Natuna, yang turut mengapresiasi pelaksanaan operasi bibir sumbing gratis tersebut.
Menurutnya, layanan kesehatan seperti itu sangat membantu masyarakat, terutama keluarga yang memiliki keterbatasan biaya untuk berobat ke luar daerah.
“Apalagi bagi kami ini masyarakat kecil, untuk ke luar daerah itu cukup memberatkan,” ucapnya.
Onesmus mengatakan, selama ini masyarakat Natuna yang menderita bibir sumbing dan membutuhkan tindakan operasi, khususnya pada bagian langit-langit mulut, harus dirujuk ke luar daerah. Kondisi geografis Natuna membuat proses tersebut tidak mudah bagi keluarga pasien.
“Selama ini masyarakat Natuna yang menderita bibir sumbing, khususnya yang mengharuskan tindakan operasi pada langit-langit mulut, harus dirujuk keluar daerah. Hal ini cukup membebani masyarakat,” katanya.
Menurutnya, persoalan bibir sumbing pada anak bukan hanya menyangkut penampilan. Dalam kondisi tertentu, anak juga dapat mengalami kesulitan saat makan yang berpengaruh terhadap asupan gizi dan pertumbuhan.
Dari sisi sosial, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi rasa percaya diri anak ketika berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Karena itu, Onesmus berharap kehadiran TNI AU melalui pelayanan kesehatan tidak berhenti pada satu kegiatan. Ia membuka kemungkinan agar operasi bibir sumbing gratis kembali dihadirkan di Natuna sehingga pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan memiliki akses layanan di daerah sendiri.
Selain operasi bibir sumbing, bakti sosial kesehatan Lanud RSA juga menyediakan pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan gigi, khitan massal serta bantuan sosial bagi masyarakat.*
*ALFIAN



















