
Natuna, mandalapos.co.id — Kebakaran lahan kosong sekitar 20 hektare di Jalan Poros Batubi–Ranai, Desa Batubi Jaya, Kecamatan Bunguran Batubi, Kabupaten Natuna, membuat petugas gabungan bekerja hingga dini hari.
Api yang muncul sejak Jumat (4/9/2026) sore itu baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.30 WIB, Sabtu (5/9/2026).
Kebakaran diketahui sekitar pukul 17.00 WIB. Api membakar lahan gambut yang dipenuhi semak belukar dalam kondisi kering. Tiupan angin membuat api dengan cepat merambat dan memperluas area yang terbakar.
Informasi kebakaran kemudian diteruskan kepada personel Pos Pengamanan (Pospam) Karhutla Batubi. Petugas bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 17.15 WIB.
Namun, pemadaman tidak mudah dilakukan. Titik api berada sekitar 500 meter dari akses jalan, sementara kondisi lahan yang dipenuhi semak dan medan yang sulit membuat kendaraan pemadam tidak bisa menjangkau seluruh titik.
Petugas pun harus melakukan penanganan secara bertahap untuk mengendalikan pergerakan api.
Sekitar pukul 20.30 WIB, Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla. turun langsung ke lokasi. Kehadirannya untuk memimpin sekaligus memastikan proses pemadaman yang dilakukan personel gabungan berjalan terkoordinasi.
Kekuatan pemadaman kemudian diperkuat Satsamapta Polres Natuna dan Damkar Kabupaten Natuna. Sejumlah armada dikerahkan, di antaranya mobil tangki dan kendaraan AWC milik Polres Natuna serta mobil pemadam kebakaran Kabupaten Natuna.
Dukungan juga datang dari unsur TNI. Personel Lanal Ranai bersama Damkar TNI AL mengerahkan kendaraan tangki dan mobil pemadam. Sementara Damkar TNI AU turut membantu dengan mengoperasikan mobil tangki dan kendaraan pemadam.
Petugas terus berjibaku memadamkan api hingga Sabtu dini hari. Sekitar pukul 02.30 WIB, seluruh titik api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan.
Kapolsek Bunguran Barat IPTU Raja Oloan Purba mengatakan, pemadaman dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur untuk mencegah api meluas ke area lainnya.
“Pemadaman dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur Polri, TNI, BPBD, Damkar dan pemerintah kecamatan. Hal ini dilakukan agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lainnya,” ujarnya.
Setelah seluruh titik api berhasil dipadamkan, kondisi di lokasi dinyatakan aman dan kondusif. Petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Unit Reskrim dan Unit Intelkam Polsek Bunguran Barat melakukan pendalaman untuk mengetahui sumber awal api serta faktor yang memicu kebakaran.
Polsek Bunguran Barat mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi lahan yang kering. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kepulan asap agar penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas.*
*Zubadri



















