Berkali-kali Gagal Terbang, TBG Tetap Tuntaskan Misi Kesehatan di Ujung Utara Indonesia

Adviser CSR Tower Bersama Group, Fahmi Sutan Alatas, saat ditemui wartawan di Desa Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kamis (6/8/2026).

NATUNA, mandalapos.co.id – Natuna tidak selalu mudah dijangkau. Jadwal penerbangan yang berubah membuat perjalanan Tower Bersama Group (TBG) menuju kabupaten kepulauan di ujung utara Indonesia itu beberapa kali tertunda.

Namun, rencana yang sempat berulang kali gagal terbang tersebut tidak membuat langkah mereka berhenti.

Tim TBG akhirnya tiba di Natuna untuk menjalankan program kesehatan melalui Aksi Bangun Sehat Bersama, membawa bantuan sekaligus layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat di dua desa.

“Beberapa kali kami gagal terbang, tetapi itu tidak menyurutkan semangat kami untuk hadir di Natuna. Justru kami ingin memastikan masyarakat di wilayah terluar juga mendapatkan perhatian yang sama,” ujar Adviser CSR Tower Bersama Group, Fahmi Sutan Alatas, saat ditemui wartawan di Desa Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kamis (6/8/2026).

Bagi TBG, perjalanan tersebut bukan sekadar agenda perusahaan. Natuna menjadi daerah pertama yang dipilih dalam pelaksanaan program kesehatan tersebut.

Pilihan itu berkaitan dengan kondisi geografis Natuna sebagai wilayah kepulauan. Jarak antarpulau dan keterbatasan akses menjadi tantangan tersendiri dalam menghadirkan berbagai layanan kepada masyarakat.

Melalui program tersebut, TBG menggelar kegiatan di Desa Ceruk dan Desa Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur Laut.

Sebanyak 200 paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) disalurkan kepada 200 penerima manfaat. Kegiatan itu juga dilengkapi pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan bersama Puskesmas Bunguran Timur Laut.

Bantuan tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai pemberian makanan tambahan. Di dalamnya terdapat upaya mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan pemeriksaan kesehatan.

Fahmi mengatakan, program CSR TBG memiliki empat fokus utama, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan budaya. Untuk pelaksanaan perdana di Natuna, sektor kesehatan dipilih sebagai prioritas.

“Paket PMT ini diharapkan dapat membantu menambah asupan gizi masyarakat, terutama bagi kelompok yang membutuhkan, sehingga menjadi bagian dari upaya bersama dalam menurunkan angka stunting,” katanya.

Di tengah kegiatan pembagian bantuan, masyarakat juga mendapatkan kesempatan memeriksakan kondisi kesehatan mereka. Tenaga kesehatan memberikan pemeriksaan sekaligus edukasi mengenai pola hidup sehat dan pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.

Bagi masyarakat di wilayah kepulauan, kehadiran layanan seperti ini memiliki arti lebih dari sekadar bantuan yang diterima pada hari itu.

Program tersebut mempertemukan tiga unsur sekaligus: masyarakat sebagai penerima manfaat, pemerintah melalui tenaga kesehatan, dan sektor swasta melalui dukungan program tanggung jawab sosial.

Fahmi mengatakan, keterlibatan perusahaan dalam program kesehatan merupakan bagian dari upaya TBG untuk memberikan manfaat di daerah tempat mereka menjalankan aktivitas usaha.

“Harapan kami, kegiatan ini bisa memberikan manfaat dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Kehadiran TBG di Natuna sekaligus memperlihatkan bahwa menjalankan program di wilayah kepulauan membutuhkan lebih dari sekadar perencanaan. Ada jarak, cuaca, jadwal penerbangan, dan kondisi geografis yang harus dihadapi.

Perjalanan yang beberapa kali tertunda akhirnya terbayar ketika tim tiba dan kegiatan dapat dilaksanakan.

Bagi TBG, kegagalan terbang bukan menjadi alasan untuk membatalkan misi. Sebaliknya, hambatan perjalanan justru menjadi bagian dari cerita bagaimana sebuah program kesehatan akhirnya sampai ke masyarakat Natuna.

Sebab di wilayah kepulauan seperti Natuna, menghadirkan layanan kesehatan bukan hanya soal menyediakan program. Ada jarak yang harus ditempuh, ada keterbatasan yang harus dihadapi, dan ada kemauan untuk tetap datang ketika perjalanan tidak selalu mudah.

*Alfian

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini