Lima Bulan Sampah Menumpuk, Warga Air Bini Menahan Kecewa: “Jangan Kami Dianaktirikan”

Tokoh Masyarakat Desa Air Bini, Sunardi

Anambas, mandalapos.co.id – Tumpukan sampah yang tak kunjung terangkut menyisakan keresahan di tengah masyarakat Desa Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas. Bukan hanya persoalan lingkungan, kondisi tersebut perlahan menjadi beban yang dirasakan warga setiap hari.

Selama kurang lebih lima bulan terakhir, masyarakat mengaku harus menghadapi persoalan sampah tanpa adanya sistem pembuangan dan pengangkutan yang berjalan secara rutin. Akibatnya, warga terpaksa mencari jalan sendiri agar sampah tidak terus menumpuk di sekitar permukiman.

Salah seorang Tokoh Masyarakat Desa Air Bini, Sunardi, mengatakan masyarakat sebenarnya ingin menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. Namun kondisi yang terjadi justru membuat warga kesulitan.

“Bukan kami tidak mau buang sampah pada tempatnya. Sampah itu sudah kami kumpulkan, tapi tidak ada yang mengangkut. Akhirnya menumpuk, membusuk, jadi masalah baru lagi,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Karena tidak ada solusi yang berjalan, sebagian warga akhirnya terpaksa membakar sampah, sementara sebagian lainnya membuang ke laut. Menurutnya, langkah tersebut bukan karena keinginan masyarakat, melainkan karena tidak adanya pilihan lain.

“Sekarang masyarakat buang masing-masing. Ada yang dibakar, ada yang terpaksa dibuang ke laut. Mau bagaimana lagi, petugas pembuang sampah tidak ada,” katanya.

Sunardi menjelaskan bahwa sebelumnya sempat ada petugas yang menangani pengangkutan sampah. Namun dalam beberapa bulan terakhir aktivitas tersebut tidak lagi berjalan.

Ia juga mengaku masyarakat telah beberapa kali menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak terkait, namun hingga kini belum terlihat adanya perubahan yang dirasakan warga.

Di tengah kondisi itu, rasa kecewa masyarakat semakin bertambah ketika melihat sejumlah desa lain telah mendapatkan perhatian berupa kendaraan pengangkut sampah.

“Kami sedih melihat desa lain ada mobil pengangkut sampah. Kami juga punya sampah, kami juga ingin lingkungan bersih. Jangan sampai desa kami seperti dianaktirikan,” ungkapnya.

Bagi warga Air Bini, persoalan ini bukan sekadar soal sampah yang berserakan. Mereka berharap ada perhatian nyata agar lingkungan desa tetap bersih dan masyarakat tidak dipaksa menghadapi persoalan itu sendirian.

“Harapan kami sederhana, ada bantuan mobil pengangkut sampah, ada tempat pembuangan yang jelas, dan petugas yang aktif bekerja. Supaya masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan,” tuturnya.

Selain persoalan sampah, masyarakat juga mengeluhkan kondisi jaringan telekomunikasi yang hingga kini masih menjadi kendala dalam aktivitas sehari-hari.

Warga berharap pemerintah daerah dapat turun langsung melihat kondisi di lapangan, agar suara yang selama ini disampaikan tidak sekadar menjadi keluhan yang berlalu tanpa jawaban.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media mandalapos masih berupaya mengkonfirmasi pihak terkait. *

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini