Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG di Anambas, Ketua Komisi 1 DPRD: Utamakan Penanganan Korban

Anambas, Mandalapos.co.id – Puluhan siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, dilarikan ke rumah sakit, Rabu (15/4/2026).

Diduga para siswa ini mengalami keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Fasilitas kesehatan di Palmatak juga terlihat kewalahan menangani lonjakan pasien. Tenaga kesehatan bergerak cepat melakukan evakuasi. Para siswa yang mengalami gejala langsung dibawa ke RSUD Palmatak untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Bahkan, sebagian pasien disiapkan untuk dirujuk ke rumah sakit di Tarempa karena keterbatasan kapasitas.

Menyoroti kejadian ini, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Tetty Hadiyati, menegaskan pihaknya tidak bisa berspekulasi atas kejadian tersebut.

“Kita belum berani mengambil kesimpulan. Kita menunggu hasil dari pemeriksaan kepolisian,” tegasnya saat dikonfirmasi Mandalapos.

Ia menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah keselamatan dan penanganan para korban.

“Yang paling penting sekarang adalah penanganan korban. Setelah itu baru kita lihat hasil penyelidikan secara menyeluruh,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia memastikan DPRD akan mengambil langkah serius setelah hasil investigasi resmi keluar.

“Nanti kita akan duduk bersama antara DPRD, pemerintah daerah, dan kepolisian untuk menentukan langkah selanjutnya. Ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut keselamatan anak-anak kita,” tegasnya.

Sementara itu, dikutip dari suarasatu.co, Direktur RSUD Palmatak, Iswarijaya, mengungkapkan pihaknya pertama kali menerima laporan dari orang tua siswa sekitar pukul 15.00 WIB.

“Begitu mendapat laporan, kami langsung mengerahkan ambulans untuk menjemput para siswa di lokasi,” ujarnya.

Dari hasil penelusuran awal, para siswa diduga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan yang disediakan di sekolah melalui program MBG.

“Informasi yang kami dapatkan, keluhan muncul setelah mereka menyantap makanan dari sekolah,” jelasnya.

Jumlah pasien pun meningkat drastis. Jika awalnya hanya dilaporkan 11 orang, hingga menjelang malam jumlah tersebut melonjak menjadi 73 siswa yang menjalani perawatan di RSUD Palmatak.

“Kondisi di RSUD saat ini sangat ramai, dan jumlah pasien masih terus bertambah,” tambah Iswarijaya.

Meski dugaan awal mengarah pada keracunan makanan, pihak rumah sakit belum dapat memastikan diagnosis secara pasti karena proses pemeriksaan masih berlangsung.*

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini