Anambas, Mandalapos.co.id – Siang itu, di tengah cuaca kering yang mulai menguras sumber air, warga Desa Kiabu satu per satu datang ke kantor desa. Mereka tidak sekadar mengantre, tapi membawa harapan.
Di Kantor Desa Kiabu, Kecamatan Siantan Selatan, pada 9 April 2026, pemerintah desa menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga yang membutuhkan. Sebanyak 18 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan dari total 39 KPM yang terdata.
Setiap keluarga menerima Rp1.200.000, akumulasi dari bantuan Rp300.000 per bulan untuk periode Januari hingga April 2026.
Di balik angka-angka itu, ada cerita tentang bertahan hidup.
“Harapannya bisa meringankan beban, dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari mereka,” ujar Hendrawati, petugas pelayanan umum Desa Kiabu, dengan nada sederhana namun penuh makna.
Bantuan ini datang di saat yang tidak mudah. Desa Kiabu tengah menghadapi musim kemarau yang membuat ketersediaan air semakin terbatas. Kondisi ini memperberat beban warga, terutama bagi mereka yang bergantung pada sumber daya alam untuk kebutuhan harian.
Hendrawati tak menampik kondisi tersebut. Ia berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah terhadap situasi yang dihadapi masyarakat.
“Sekarang lagi kemarau, air susah. Mudah-mudahan pemerintah daerah bisa mendengar keluhan ini,” katanya.
Bagi warga, BLT bukan sekadar bantuan tunai. Ia menjadi penopang di tengah ketidakpastian antara kebutuhan dapur, air yang mulai langka, dan harapan akan hari esok yang lebih baik.
Di ruang sederhana kantor desa itu, bantuan disalurkan. Tapi yang sebenarnya dibagikan, lebih dari itu sedikit rasa lega di tengah himpitan keadaan.*
*YAHYA




















