Sosialisasi Empat Pilar MPR di Batam, Senator Ria Saptarika Ingatkan Warga Waspada Perubahan Iklim

Mandalapos.co.id, BATAM – Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kembali digelar di Batam, Kamis (11/12/2025) malam. Bertempat di lingkungan RW 01/02 Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, kegiatan ini dihadiri sekitar 150 warga dari berbagai kelompok usia.
Acara berlangsung mulai pukul 20.30 WIB dengan suasana yang cukup hangat dan akrab. Kegiatan menghadirkan Ria Saptarika sebagai narasumber utama.

Dalam kesempatan itu, ia mengangkat tema “Kewaspadaan Terhadap Perubahan Iklim dalam Mitigasi Bencana di Wilayah Kepri”, yang kemudian dikaitkan dengan pengamalan Empat Pilar MPR RI: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam pemaparannya, Ria menekankan bahwa perubahan iklim bukan lagi isu global yang jauh, tetapi sudah mulai dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah pesisir Kepri. “Kita hidup dekat laut, dan Kepri sangat rentan terhadap cuaca ekstrem. Ini saatnya kita lebih waspada dan peduli,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila harus muncul dalam bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan solidaritas masyarakat ketika menghadapi potensi bencana. “Gotong royong, persatuan, dan sikap saling menjaga itu bukan teori. Itu harus kita lakukan agar kampung kita tetap aman,” katanya.

Warga tampak antusias mendengarkan materi yang dibawakan dengan bahasa ringan dan mudah dipahami. Banyak peserta yang mengangguk ketika Ria memaparkan fenomena banjir rob, angin kencang, dan kondisi cuaca yang tidak menentu di beberapa wilayah Batam.

Selain memberi pemahaman, Ria juga mengajak warga untuk melakukan langkah kecil dalam mitigasi bencana, seperti menjaga saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, serta ikut serta dalam kegiatan siaga lingkungan. Ia menegaskan bahwa tindakan sederhana dapat memberi dampak besar ketika dilakukan bersama.

“Kesiapsiagaan itu bukan hanya tugas pemerintah atau BPBD. Warga kampung juga punya peran penting. Kalau kita peduli, kita bisa mencegah banyak risiko,” lanjutnya. Pernyataan ini disambut tepuk tangan warga yang hadir malam itu.

Acara semakin hidup ketika sesi tanya jawab dibuka. Sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran terkait banjir kiriman, kondisi drainase, hingga lambatnya respon ketika cuaca ekstrem terjadi. Ria menjawab satu per satu pertanyaan dengan penjelasan yang aplikatif dan relevan.

Selain tanya jawab, panitia juga mengadakan kuis interaktif untuk menguji pemahaman peserta terkait empat pilar dan isu perubahan iklim. Suasana menjadi semakin meriah ketika beberapa warga berebut mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan demi mendapatkan hadiah kecil dari panitia. Menurut panitia, konsep kuis ini dibuat agar warga tidak hanya mendengar, tetapi juga dapat berpartisipasi aktif. Cara ini terbukti efektif karena membuat suasana lebih cair dan meningkatkan minat masyarakat untuk memahami tema yang cukup kompleks.

Di sela-sela kegiatan, Ria mengingatkan bahwa kesadaran lingkungan dan kesiagaan bencana merupakan bagian dari kecintaan terhadap tanah air. “Peduli terhadap lingkungan berarti peduli terhadap NKRI. Kalau kampung kita aman, maka bangsa kita ikut kuat,” tegasnya.


Menjelang akhir acara, warga tampak masih antusias berdiskusi dan bertanya mengenai langkah mitigasi yang bisa dilakukan di tingkat RT/RW. Beberapa tokoh masyarakat bahkan menyatakan siap membuat kelompok kerja kecil yang berfokus pada lingkungan. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, panitia, dan warga.

Panitia menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi warga dalam kegiatan malam itu. Mereka berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin agar semakin banyak warga yang memahami pentingnya kesiapsiagaan bencana dan penguatan nilai kebangsaan. Secara keseluruhan, acara berlangsung sukses dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sosialisasi yang menggabungkan edukasi kebangsaan, isu lingkungan, dan interaksi langsung ini dinilai sangat relevan bagi warga yang tinggal di wilayah pesisir Batam.(Dani)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini