Proyek Jalan Puspahiang–Mandalasari Rp6,88 Miliar Jadi Sorotan, Drainase dan Progres Pekerjaan Dipertanyakan

TASIKMALAYA, mandalapos.co.id — Proyek rekonstruksi Jalan Puspahiang–Mandalasari, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, senilai Rp6,88 miliar mendapat sorotan masyarakat. Selain pekerjaan yang belum rampung, warga mengeluhkan kondisi drainase dan gorong-gorong serta aktivitas pengerjaan yang disebut tidak berjalan selama kurang lebih satu pekan.

Proyek yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya itu memiliki nilai pagu anggaran sebesar Rp6.880.280.309.

Berdasarkan informasi pada papan proyek, pekerjaan dimulai pada 11 Mei 2026 dengan sumber pendanaan dari pinjaman daerah Kabupaten Tasikmalaya. Pelaksana proyek adalah CV Agustina dengan masa pengerjaan 180 hari kalender.

Keluhan masyarakat terutama berkaitan dengan kondisi drainase dan gorong-gorong yang dinilai belum tertata dengan baik. Warga juga menyebut adanya genangan air saat hujan turun.

Keluhan tersebut disampaikan Jajang, warga setempat yang turut terlibat dalam pekerjaan proyek, saat dikonfirmasi awak media Mandala Post, Rabu (4/11/2026).

Jajang mengatakan dirinya ikut bekerja dalam proyek tersebut. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab aktivitas pengerjaan sempat terhenti.

“Memang saya ikut kerja di sini, terlibat di sini. Ini juga tidak tahu apa kendalanya. Pelaksana sudah beberapa kali ngobrol dengan saya, karena masyarakat ngomongnya ke saya. Saya orang sini asli dan ikut andil kerja di sini,” ujar Jajang.

Menurut Jajang, sejumlah warga kerap mendatangi rumahnya untuk menanyakan perkembangan pembangunan jalan. Hal itu karena dirinya merupakan warga setempat sekaligus ikut terlibat dalam pekerjaan proyek.

Drainase dan Gorong-gorong Jadi Keluhan

Selain perkembangan pembangunan jalan, kondisi drainase dan gorong-gorong menjadi salah satu hal yang dikeluhkan warga.

Jajang menjelaskan, bagian gorong-gorong yang belum terlihat rapi masih akan dibenahi oleh pihak pelaksana. Ia menyebut hujan menjadi salah satu kendala dalam proses pengerjaan.

“Kalau gorong-gorong memang kemarin kendalanya. Ini baru dipasang-pasang, belum dirapikan. Kata pelaksana juga mau dirapikan lagi. Kemarin kendalanya hujan,” jelasnya.

Meski demikian, kondisi saluran air tersebut masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak pelaksana maupun dinas terkait, terutama mengenai kesesuaian pekerjaan dengan perencanaan dan spesifikasi teknis.

Warga berharap pembenahan segera dilakukan agar drainase dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan tidak menimbulkan genangan yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Aktivitas Pengerjaan Disebut Terhenti Sepekan

Persoalan lain yang menjadi perhatian warga adalah aktivitas pengerjaan yang disebut tidak berjalan selama kurang lebih satu pekan.

Jajang mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab terhentinya pekerjaan tersebut. Ia mengatakan sempat menghubungi pihak pelaksana, tetapi belum memperoleh penjelasan terperinci.

“Saya kurang begitu tahu alasannya. Karena saya hubungi juga katanya mau ke kantor dulu,” katanya.

Menurut dia, masyarakat berharap pekerjaan segera dilanjutkan dan diselesaikan sesuai masa pelaksanaan yang telah ditetapkan.

“Harapannya minta secepatnya. Warga datang ke rumah saya, menanyakan pekerjaan ini. Karena saya orang sini asli dan ikut kerja di sini, mereka menanyakan kendalanya kepada saya,” ungkapnya.

Jajang menegaskan dirinya bukan pihak yang memiliki kewenangan untuk menjelaskan persoalan teknis maupun penyebab terhentinya aktivitas pengerjaan.

Dinas Terkait Diminta Beri Penjelasan

Dengan nilai pagu anggaran mencapai Rp6,88 miliar yang bersumber dari pinjaman daerah, pelaksanaan proyek rekonstruksi Jalan Puspahiang–Mandalasari menjadi perhatian masyarakat.

Keluhan mengenai drainase, genangan air, serta aktivitas pengerjaan yang disebut sempat terhenti perlu mendapat penjelasan dari pihak pelaksana dan pemerintah daerah.

Kepastian mengenai progres fisik, kendala pelaksanaan, serta kesesuaian hasil pekerjaan dengan spesifikasi teknis menjadi informasi penting yang perlu disampaikan kepada publik.

Pengawasan dari dinas terkait juga diperlukan untuk memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai perencanaan dan hasil pembangunan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti terhentinya aktivitas pengerjaan, progres fisik proyek, serta tanggapan resmi CV Agustina selaku pelaksana dan dinas terkait belum diperoleh. *

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini