Dari Sunyi ke Bersih: Cara Camat Puspahiang Menghidupkan Masjid Lewat Aksi Nyata Tiap Jumat.

Tasikmalaya Mandalapos.co.id – Pagi itu belum genap pukul delapan. Namun suara sapu dan canda warga sudah lebih dulu memecah kesunyian di halaman masjid desa.

Di balik aktivitas sederhana itu, ada gerakan yang pelan tapi pasti menghidupkan ruang ibadah Program Kecamatan Peduli Masjid.

Setiap Jumat, Camat Puspahiang, Usep Gunawan, memimpin langsung aparat kecamatan ( 26/3/2026 ) kamis , turun ke desa. Bukan untuk rapat. Bukan pula sekadar seremonial. Mereka datang membawa sapu, lap, dan semangat gotong royong.

Program ini lahir dari satu kegelisahan, masih ada masjid yang belum terawat optimal, terutama yang tidak memiliki marbot tetap.

“Ini bagian dari ikhtiar kami mendukung visi Kabupaten Tasikmalaya yang religius dan islami,” ujar Usep.

Sejak saat itu, roda kegiatan terus berputar meski sempat terhenti saat Ramadan. Hingga kini, dari total 8 desa di Kecamatan Puspahiang  6 desa sudah dikunjungi

2 desa tersisa, Mandalasari dan Sukasari

Setiap kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB. Dalam waktu kurang dari tiga jam, tim biasanya sudah menyelesaikan pembersihan. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, mereka mampu menjangkau dua masjid sekaligus dalam satu hari.

Yang menarik, kegiatan ini bukan kerja satu pihak. Aparat kecamatan kecuali petugas pelayanan turun langsung ke lapangan. Mereka berbaur dengan warga, membersihkan lantai, merapikan halaman, hingga memastikan tempat wudhu kembali layak digunakan.

Tanpa sekat jabatan, tanpa formalitas berlebihan, hanya kerja bersama. Lebih dari sekadar bersih-bersih, program ini perlahan menjadi ruang silaturahmi.

Di sela kegiatan, obrolan ringan mengalir. Dari situlah aspirasi warga muncul tanpa forum resmi, tanpa mikrofon.

“Secara tidak langsung, ini jadi cara kami menyerap aspirasi masyarakat,” kata Usep.

Kepala desa dan warga memberikan apresiasi. Bahkan, di beberapa tempat, masyarakat mulai tergerak untuk menjaga kebersihan masjid secara rutin, tanpa harus menunggu program datang kembali.

Meski begitu, Usep tidak menutup mata, program ini masih bisa berkembang.

Saat ini, kegiatan masih fokus pada kebersihan. Belum ada agenda tambahan seperti bantuan sosial atau pembagian sembako. Namun ke depan, peluang itu terbuka.

“Kami ingin bertahap. Minimal, kami bantu dulu dari sisi kebersihan,” ujarnya.

Ada satu hal lain yang menjadi penekanan penting dari kecamatan. Sebuah imbauan sederhana namun bermakna yaitu memulai aktivitas dengan membaca Al-Qur’an. Instruksi ini sudah disampaikan ke desa-desa, dan mulai diikuti sebelum aktivitas kerja dimulai.

Bagi Usep, program ini bukan sekadar agenda sementara. Ini adalah komitmen.

Ia bahkan menegaskan, siapapun yang kelak memimpin Kecamatan Puspahiang, program ini harus tetap berjalan.

“Ini harus terus berlanjut. Jangan sampai hilang,” tegasnya.

Di tengah banyaknya program yang datang dan pergi, langkah kecil dari Puspahiang ini justru terasa berbeda.

Dan setiap Jumat, jejaknya bisa dilihat di lantai masjid yang lebih bersih, dan di hubungan warga yang semakin hangat.*

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini