Bupati Kasmarni: Setelah Pertandingan Selesai, Persaudaraan Jangan Ikut Selesai

Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni membuka Turnamen Futsal Mutiasari Cup Unity III 2026 di Abiken Soccerfield, Kecamatan Mandau, Sabtu (12/9/2026) malam.

Bengkalis, mandalapos.co.id — Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni mengingatkan peserta Turnamen Futsal Mutiasari Cup Unity III 2026 agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan dalam kompetisi.

Menurutnya, sportivitas, persaudaraan dan kebersamaan justru menjadi nilai yang harus tetap dibawa setelah pertandingan berakhir.

Pesan itu disampaikan Kasmarni saat membuka Turnamen Futsal Mutiasari Cup Unity III 2026 di Abiken Soccerfield, Kecamatan Mandau, Sabtu (12/9/2026) malam.

Turnamen yang digagas RSU Mutiasari tersebut telah memasuki tahun ketiga. Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi dan memperkuat hubungan antara RSU Mutiasari dengan mitra kerja serta berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Bengkalis.

“Kita sehat melalui olahraga, kita kuat melalui kebersamaan, dan kita semakin dekat melalui silaturahmi,” ujar Kasmarni.

Ia mengatakan, olahraga mengajarkan sejumlah nilai yang relevan dalam kehidupan sehari-hari maupun pembangunan daerah, mulai dari disiplin, kerja sama, kekompakan hingga kemampuan menghargai lawan.

Karena itu, Kasmarni meminta peserta tidak hanya mengejar hasil akhir pertandingan.

“Menang adalah prestasi, sportivitas adalah karakter, dan persaudaraan adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tegasnya.

Kasmarni juga mengingatkan agar semangat unity yang menjadi tema turnamen tidak berhenti di lapangan futsal.

“Jangan hanya kompak di lapangan. Bawa semangat unity ini ke tempat kita bekerja, ke dalam pengabdian, dan ke tengah-tengah masyarakat,” pesannya.

Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan kerja bersama. Pemerintah tidak mungkin menyelesaikan seluruh persoalan masyarakat tanpa dukungan dunia usaha, fasilitas pelayanan kesehatan, komunitas, organisasi kemasyarakatan dan berbagai unsur lainnya.

Hal tersebut, kata Kasmarni, termasuk dalam sektor kesehatan. Pelayanan yang profesional dan berkualitas membutuhkan komunikasi, kekompakan serta kepedulian dari seluruh pihak yang terlibat.

“Pelayanan kesehatan adalah kerja bersama. Dibutuhkan kekompakan, komunikasi, profesionalisme dan kepedulian. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan kita bukan hanya seberapa baik kita bekerja, tetapi seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Kasmarni menegaskan Pemkab Bengkalis terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen untuk mendukung pembangunan daerah.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi seluruh kekuatan daerah. Kita ingin membangun Bengkalis bukan hanya dengan program dan kebijakan, tetapi dengan kekuatan kolaborasi, kepedulian dan rasa memiliki terhadap daerah,” katanya.

Ia juga mengapresiasi RSU Mutiasari yang konsisten menggelar Mutiasari Cup Unity hingga tahun ketiga. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat ganda karena mendorong masyarakat berolahraga sekaligus memperkuat hubungan antarlembaga dan antarmasyarakat.

Kasmarni berharap turnamen tersebut terus berkembang menjadi tradisi positif yang tidak hanya melahirkan kompetisi sehat, tetapi juga memperluas jejaring dan memperkuat budaya hidup sehat di Bengkalis.

“Jadikan turnamen ini sebagai ruang untuk berkompetisi secara sehat, memperluas persahabatan dan memperkuat persaudaraan. Setelah pertandingan selesai, persaudaraan jangan ikut selesai,” pesannya.

Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Septian Nugraha, Direktur RSU Mutiasari dr. M. Yusuf, CEO PT RMB Hospital Group Donny Adelino, Direktur PT Mutiasari dr. Leo Pratama Agung, MARS, Kepala Dinas Pendidikan Hadi Prasetyo, Kepala BPBD Bengkalis Salaman Alfarizi, Camat Mandau Riki Rihardi, serta sejumlah pejabat, panitia, peserta dan undangan.*

*ALHAFISH

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini