
Natuna, mandalapos.co.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna mengingatkan orang tua agar benar-benar mengawasi aktivitas anak selama kebijakan belajar dari rumah (BDR) diberlakukan menyusul kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Natuna.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah, mengatakan masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan yang mendesak. Menurutnya, kondisi kualitas udara di Natuna pada Minggu (20/9/2026) berada dalam kategori tidak sehat.
Kabut asap tersebut disebut merupakan kiriman dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kalimantan maupun Sumatera.
Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Pendidikan sebelumnya telah mengeluarkan edaran agar peserta didik melaksanakan aktivitas belajar dari rumah selama kondisi kabut asap masih berlangsung.
Namun, Hikmat mengingatkan BDR tidak semestinya dimaknai hanya sebagai tidak datang ke sekolah. Anak-anak juga diharapkan tetap berada di rumah dan tidak menggunakan waktu tersebut untuk bermain di luar.
“BDR itu bukan hanya tidak sekolah. Diharapkan anak-anak juga tidak keluar rumah. Jangan sampai BDR, tetapi di luar malah main ke pantai atau bermain di tempat lain,” ujar Hikmat.
Ia mengatakan paparan udara yang tidak sehat akibat kabut asap perlu diantisipasi, terutama pada anak-anak. Karena itu, orang tua diminta ikut memastikan anak-anak tidak melakukan aktivitas di luar rumah selama kondisi udara belum membaik.
Dinas Kesehatan Natuna juga telah melakukan sejumlah langkah untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi tersebut, salah satunya dengan membagikan masker secara gratis kepada warga yang terdampak.
Masyarakat yang membutuhkan masker juga dipersilakan mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkannya. Selain itu, warga yang mengalami keluhan atau gejala yang mengarah pada infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) diimbau segera memeriksakan diri ke puskesmas.
Hikmat mengungkapkan, selama kabut asap melanda Natuna, pihaknya melihat adanya peningkatan pasien ISPA. Peningkatan tersebut, kata dia, terutama terlihat di wilayah Pulau Serasan yang secara geografis lebih dekat dengan wilayah Kalimantan.
“Kalau ada indikasi ISPA, silakan datang ke puskesmas untuk diperiksa. Masker juga bisa didapatkan di puskesmas,” katanya.
Pemerintah daerah terus mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah hingga kondisi kualitas udara kembali membaik.
*Alfian

















