Mahasiswa Kritik Prioritas Pembangunan Anambas, Jalan dan Internet Disebut Masih Tertinggal

Mahasiswa Universitas Riau Kepulauan asal Anambas, Reno Ramanda

Anambas, mandalapos.co.id – Wacana pembangunan pelabuhan dan bandara internasional kembali digulirkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai upaya membuka akses internasional sekaligus menarik wisatawan asing ke wilayah perbatasan tersebut. Langkah itu disebut menjadi strategi pengembangan sektor pariwisata bahari yang selama ini dinilai memiliki potensi besar.

Namun di tengah ambisi menjadikan Anambas sebagai destinasi wisata dunia, muncul sorotan dari masyarakat dan kalangan mahasiswa terkait kondisi infrastruktur dasar yang dinilai masih belum merata.

Sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Anambas disebut masih menghadapi persoalan akses jalan, transportasi, hingga jaringan internet yang belum stabil. Padahal, konektivitas digital saat ini menjadi kebutuhan utama masyarakat, baik untuk pendidikan, pelayanan publik, komunikasi, maupun aktivitas ekonomi.

Mahasiswa Universitas Riau Kepulauan asal Anambas, Reno Ramanda, menilai pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan pembangunan kebutuhan dasar masyarakat sebelum fokus pada proyek berskala internasional.

“Pemerintah tentu boleh memiliki visi besar menjadikan Anambas sebagai tujuan wisata internasional. Tetapi jangan sampai masyarakat lokal justru masih tertinggal dalam akses jalan, jaringan internet, dan pembangunan dasar lainnya. Kemajuan daerah harus dirasakan langsung oleh rakyat, bukan hanya terlihat megah di atas rencana,” ujar Reno.

Menurutnya, ketimpangan prioritas pembangunan menjadi persoalan yang perlu dikritisi bersama. Di satu sisi pemerintah ingin menghadirkan wisatawan asing melalui pembangunan pelabuhan dan bandara internasional, namun di sisi lain masih banyak masyarakat yang menghadapi kesulitan akses transportasi dan konektivitas internet.

Ia menilai pembangunan ideal seharusnya dimulai dari kebutuhan paling mendasar masyarakat, seperti jalan yang layak, internet yang merata, listrik yang stabil, serta kemudahan akses pelayanan publik.

“Fondasi pembangunan itu harus dimulai dari kebutuhan rakyat. Kalau kebutuhan dasar belum terpenuhi, proyek besar dikhawatirkan hanya menjadi kebanggaan di atas kertas tanpa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Meski demikian, Reno mengakui Anambas memiliki potensi besar untuk berkembang dan dikenal dunia melalui sektor pariwisata bahari. Hanya saja, menurut dia, pembangunan tidak semata soal membuka pintu bagi wisatawan asing, tetapi juga memastikan masyarakat lokal ikut merasakan manfaat pembangunan secara nyata.

“Jangan sampai masyarakat Anambas sendiri masih tertinggal dalam menikmati akses jalan, internet, dan kesejahteraan di daerahnya,” tutupnya.*

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini