Anambas, Mandalapos.co.id – Matahari belum tinggi, tapi panasnya sudah terasa menyengat kulit. Di Desa Candi, Kecamatan Palmatak, warga berkumpul bukan untuk berteduh melainkan menyelamatkan sumber kehidupan mereka: air.
Di tengah ancaman kemarau akibat cuaca ekstrem, Pemerintah Desa Candi menggelar aksi gotong royong membersihkan area sumber mata air, Minggu (4/4/2026). Semak yang menutup aliran disingkirkan, lumpur diangkat, dan jalur air dibuka kembali dengan tangan-tangan yang bekerja tanpa banyak kata.
Kepala Desa Candi, Suparman, S.A.P, tampak ikut turun langsung. Bersama perangkat desa, BPD, ketua RT/RW, hingga tokoh masyarakat, mereka menyatu dalam satu tujuan: memastikan air tetap mengalir saat musim kering datang.
“Kalau sumber ini kita jaga, masyarakat tidak akan kesulitan air nanti,” ujar Suparman di sela kegiatan.
Bagi warga, ini bukan sekadar kerja bakti biasa. Sumber mata air tersebut menjadi tumpuan utama kebutuhan sehari-hari mulai dari memasak hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. Ketika panas ekstrem melanda, debit air bisa menurun drastis, bahkan terancam menghilang jika tidak dirawat.
Itulah sebabnya, pembersihan dilakukan menyeluruh. Area sekitar diperbaiki agar aliran tetap lancar dan mata air bisa kembali muncul ke permukaan. Upaya sederhana, namun berdampak besar bagi keberlangsungan hidup desa.
Suparman juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh elemen masyarakat yang dinilainya menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan.
“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah ikut serta. Ini bukti bahwa kita peduli dengan desa kita sendiri,” katanya.
Namun kerja menjaga air tidak berhenti di satu hari. Ia mengingatkan warga untuk tetap bijak menggunakan air, terlebih di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Di Desa Candi, gotong royong hari itu bukan hanya tentang membersihkan sumber air. Ia menjadi pengingat di tengah panas yang kian tak bersahabat, solidaritas adalah cara paling sederhana dan paling kuat untuk bertahan.*
*YAHYA




















