Tasikmalaya, Mandalapos.co.id — Pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Puspahiang–Mandalasari di Kabupaten Tasikmalaya terus mencatat progres signifikan. Proyek yang berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman & Lingkungan Hidup (DPUTRPLH) ini dibiayai melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Perubahan Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak Rp 379.623.000. Pelaksanaan dimulai pada 10 November 2025 dan ditargetkan selesai dalam 45 hari kalender.
Ruang lingkup pekerjaan mencakup penanganan sepanjang 1.330 meter dengan lebar 3,5 meter, meliputi penghamparan lapisan aspal baru (hotmix), perbaikan titik-titik kerusakan, serta peningkatan struktur jalan yang sebelumnya mengalami retak, pengelupasan, dan ketidakrataan permukaan.
Sejak awal pelaksanaan, CV Shanum Karya Utama selaku pelaksana teknis menunjukkan komitmen tinggi dalam menjaga kualitas pekerjaan. Pengawasan detail diterapkan pada setiap tahapan: mulai dari pembersihan dan penyiapan permukaan, proses penghamparan hotmix, pemadatan menggunakan alat berat, hingga pemerataan pada segmen-segmen yang dianggap paling kritis oleh masyarakat.
Pelaksana lapangan, Muksin, mewakili CV Shanum Karya Utama, menjelaskan bahwa pihaknya mengutamakan standar teknis dan keselamatan dalam seluruh proses, meskipun beberapa kali harus beradaptasi dengan kendala cuaca hujan yang mengganggu jadwal.
“Proyek ini kami kerjakan sepanjang 1.330 meter dengan lebar 3,5 meter. Meski sempat terhambat oleh cuaca hujan, kami tetap memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar dan mengikuti ketentuan teknis yang berlaku,” ujar Muksin saat ditemui, Jumat (12/12/2025).
Ia menambahkan bahwa tahapan penghamparan aspal tidak boleh dilakukan sembarangan. Kondisi permukaan harus benar-benar kering agar daya rekat dan tingkat kepadatan hotmix mencapai hasil yang optimal.
“Kami terus menyesuaikan ritme pekerjaan dengan kondisi cuaca. Yang terpenting, kualitas tidak boleh dikorbankan. Hasilnya harus kuat, halus, dan mampu bertahan lama,” tegasnya.
Hingga hari ini, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 90 persen. Hampir seluruh segmen utama jalan telah terhampar hotmix dengan baik dan menunjukkan peningkatan signifikan dibanding kondisi sebelumnya. Tahap lanjutan seperti pembersihan area sudah mulai dilakukan sebagai bagian dari finishing.
Perbaikan infrastruktur ini mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Jalan Puspahiang–Mandalasari merupakan jalur penghubung vital yang digunakan warga untuk berbagai aktivitas, mulai dari akses pendidikan, perdagangan, fasilitas kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian.
Takin Tohirin (25), warga Kampung Babakan Kiara, menyampaikan apresiasinya terhadap perbaikan yang dilakukan pemerintah daerah bersama pelaksana proyek.
“Kami berterima kasih karena jalan ini akhirnya diperbaiki. Dulu banyak titik yang rusak dan membahayakan pengendara, apalagi saat malam hari. Sekarang sudah jauh lebih bagus dan nyaman dilewati,” ujarnya.
Ia berharap hasil pekerjaan dapat tahan lama dan memberikan manfaat jangka panjang. “Yang penting hasilnya kuat dan tidak cepat rusak lagi, karena jalan ini dipakai banyak orang setiap hari,” tambahnya.
Selain menjaga mutu, CV Shanum Karya Utama juga menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan proyek tepat waktu. Koordinasi intens terus dilakukan antara pihak pelaksana, pengawas lapangan, dan DPUTRPLH untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar tanpa mengurangi kualitas.
Proyek ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan serta memperkuat konektivitas antarwilayah. Dengan dukungan pelaksana berpengalaman seperti CV Shanum Karya Utama, masyarakat diharapkan dapat segera merasakan manfaat nyata dari hasil pekerjaan tersebut.*
*DAYU



















