Mimpi Susanti, Produknya Wakilkan Anambas Go Internasional

Mandalapos.co.id, Anambas — Tinggal di daerah terluar Indonesia, tak memudarkan mimpi warga Kabupaten Kepulauan Anambas ini, untuk memiliki produk usaha yang bisa go Internasional.

Adalah Susanti, warga Batu Tambun, Desa Tarempa Selatan, melalui produk olahan cumi dan ikan tongkolnya, dia berharap bisa mengekspor makanan tersebut ke 16 negara.

Ia merupakan pelaku UMKM binaan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Anambas. Sejak 2011 lalu, Susanti memulai usaha kecilnya dengan membuat kue brownis.

Mengembangkan sayap usaha, mulai Tahun 2019 lalu Susanti mencoba memproduksi olahan lainnya, seperti rendang cumi, rendang ikan tongkol, dan stik atom. Dengan produknya itu, Susanti pun menargetkan ekspor ke 16 negara.

Sebenarnya, produk Susanti bisa saja dijajakan di mall kota-kota besar, sayangnya karena belum mendapatkan label BPOM dan Halal, hal itu urung terlaksana.

“Kalau khusus untuk cumi itu yang saya perlu untuk ekspor sama untuk mall di Batam. Mall minta harus ada label BPOM dan halal. Halal lagi proses, kalau BPOM belum sama sertifikat HACCP untuk ekspor ke 16 negara,” terangnya.

Susanti pun berharap mimpinya untuk mengekspor produk cumi ke 16 negara bisa terwujud.

“Saya harap dukungan pemda. Dengan mereka datang ke sini saya juga semakin semangat untuk mewakilkan produk dari Anambas untuk go internasional,” ucapnya optimis.

Susanti juga mengakui, selama ini dari Dinas DKUMPP Anambas telah memberi bantuan seperti kemasan dan vacum sealer.

Di tempat yang sama, Bukhari Muslim, Konsultan PLUT KUMKM Anambas Bidang Sumber Daya Manusia, mengatakan, untuk mendapatkan sertifikat BPOM dan sertifikat HACCP untuk ekspor, harus melalui proses panjang dan membutuhkan biaya.

“Jadi itu belum bisa diupayakan UMKM kami. Yang jelas kami membuat yang lebih terdekatnya dulu seperti, surat ijin usaha, NIB, dan halal. Halal pun kami bertahap,” ungkap Bukhari.

Meski demikian, menurut Bukhari produk olahan cumi milik Susanti memiliki peluang pasar yang bagus. Apalagi setelah diuji, produk itu bisa bertahan 3 hingga 6 bulan.

Bukhari pun berharap, apapun yang terjadi para pelaku UMKM binaan PLUT KUMKM Anambas harus terus berupaya.

“Tak ada isitilah mundur. Raihlah mimpi,” ujarnya. ****Yahya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini