Anambas, mandalapos.co.id – Jumat Pagi (24/4), suara palu bersahutan memecah sunyi Kampung Mubur Kecil, Desa Piasan, Kecamatan Siantan Utara, Kabupaten Kepulauan Anambas. Di sebuah sudut kampung, personel TNI bersama warga tampak sibuk mengangkat papan, memasang seng, dan merapikan rangka atap. Di sanalah harapan baru sedang dibangun di rumah sederhana milik Jupri.
Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung Jupri dan keluarganya sebelumnya jauh dari kata layak. Dinding kayu yang rapuh nyaris roboh dimakan usia, atap bocor tak lagi mampu menahan hujan, dan lantai yang bolong menjadi ancaman setiap langkah. Namun hari itu, semua perlahan berubah.
Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128, personel Kodim 0318/Natuna hadir bukan hanya membawa material bangunan, tetapi juga semangat kebersamaan. Bersama aparat desa dan masyarakat setempat, mereka bergotong royong memperbaiki rumah Jupri, satu demi satu bagian yang rusak.
Tak ada sekat antara seragam loreng dan pakaian warga. Semua larut dalam kerja bersama mengangkat kayu, memasang atap baru, hingga mengecat dinding yang kini tampak lebih kokoh dan cerah. Proses renovasi ini bukan sekedar pekerjaan fisik, melainkan simbol kuatnya solidaritas di wilayah perbatasan.
Danramil 07/Palmatak, Letda Inf Ridwan, yang mewakili Komandan Kodim 0318/Natuna, menegaskan bahwa program rumah tidak layak huni (RLTH) dalam TMMD memiliki makna lebih dalam. “Ini bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membangun harapan dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Bagi Jupri, bantuan ini terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Dengan suara bergetar dan mata yang tak mampu menyembunyikan haru, ia mengungkapkan rasa syukurnya.
“Saya tidak pernah menyangka rumah saya akan diperbaiki seperti ini. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu saya,” ucapnya.
Di balik kisah Jupri, TMMD ke-128 juga menyentuh aspek lain kehidupan masyarakat. Selain renovasi rumah, program ini turut menghadirkan pembangunan jalan usaha serta penyuluhan kesehatan, yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga di daerah terpencil.
Di Kampung Mubur Kecil, perubahan mungkin dimulai dari satu rumah. Namun lebih dari itu, yang terbangun adalah rasa kebersamaan dan keyakinan bahwa negara hadir hingga ke pelosok negeri.
Di tengah keterbatasan geografis Kepulauan Anambas, semangat gotong royong yang ditunjukkan TNI dan masyarakat menjadi pengingat bahwa pembangunan sejati tidak hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang manusia, tentang kepedulian, harapan, dan masa depan yang diperjuangkan bersama.*
*YAHYA




















