mandalapos.co.id, PROBOLINGGO —
Pemko Probolinggo melakukan sidak di tiga pasar sebagai tindak lanjut kenaikan harga BBM. Hasilnya, Pemkot menilai kenaikan harga BBM tersebut tak berpengaruh secara signifikan terhadap harga bahan pokok (bapok) di Kota Probolinggo.
Ada 3 pasar yang disidak pada Kamis (8/9) yakni Pasar Baru, Pasar Ketapang, dan Pasar Wonoasih.
Sekretaris Daerah Ninik Ira Wibawati tampak memimpin peninjauan bersama dengan jajaran forkopimda dan anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Pasar Baru.
Menurut Sekda, harga kebutuhan pokok di Pasar Baru Kota Probolinggo saat ini relatif tidak terpengaruh dengan kenaikan harga BBM.
“Untuk saat ini masih belum berpengaruh sama sekali ya, jadi nantinya kita pantau lagi,” ucap Mantan Kadinkes Kota Probolinggo itu.
Di Pasar Baru, lanjutnya, harga daging ayam broiler yakni sebesar Rp 35.000/kg, harga telur Rp 27.000/kg, harga cabe merah besar dan cabe rawit Rp 50.000 – 55.000/kg, harga bawang merah Rp 25.000/kg, harga bawang putih Rp 20.000 – Rp 22.000/kg dan harga daging sapi Rp 110.000/kg.
Dari kegiatan sidak ini, sekda mengharapkan agar laju inflasi di Kota Probolinggo tetap terkendali. Dengan harapan data beli warga tetap terjaga.
“Harapannya sih memang terkendali, tidak menaikkan inflasi dan masyarakat bisa terjangkau untuk membelinya,” harapnya.
Meski tak begitu berdampak, ada beberapa kenaikan di pasar yang lain. Pasar Ketapang, Kecamatan Kademangan misalnya, sejumlah kebutuhan pokok terpantau naik seperti daging ayam, cabe rawit, dan cabe merah.
Yakni, harga daging ayam dijual Rp 36.000/kg, harga telur ayam ras Rp 27.000/kg berikutnya harga cabe merah dan cabe rawit Rp 50.000/kg.
Diketahui, pada sidak tersebut juga dihadiri Kajari Hartono, Ketua Pengadilan Negeri Yusti Cinianus Radjah, Pasilog Kodim 0820 Kapten Cba Dandung Kusdiantoro, Kepala BPS Heri Sulistio, Pimpinan Cabang Perum Bulog Sub Divre VIII Probolinggo Ramadan,serta sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemkot Probolinggo. ***yul























