Kuota BBM Dikurangi, RSUD Jemaja Ketar Ketir

Mandalapos.co.id, Anambas – Miris! Itulah kata yang tersirat di hati, ketika mengetahui kuota BBM bersubsidi untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas berkurang jauh dari kuota normal.

Padahal sebagaimana diketahui, Rumah Sakit merupakan tempat utama masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan pengobatan, khususnya dalam kasus yang bersifat gawat darurat.

Memang, pengurangan BBM bagi RSUD Jemaja merupakan dampak dari berkurangnya kuota BBM bersubsidi bagi Kabupaten Kepulauan Anambas, yang juga ikut dirasakan dampaknya oleh para nelayan.

Direktur RSUD Jemaja, Dian Tamalia Rumoga, juga mengaku ketar ketir karena kuota BBM tersebut sangat kurang untuk keperluan operasional RSUD.

“Minyak subsidi untuk kuota RSUD Jemaja ini awalnya 500 liter perbulan,  berkurang menjadi 200 liter perbulan. Itu akan jadi masalah besar bagi operasional RSUD kami,” ujarnya saat ditemui, Kamis (30/6).

Diterangkan Dian, BBM bersubsidi digunakan untuk kegiatan rutin di RSUD Jemaja, seperti untuk pengisian oksigen, genset listrik, dan Ambulan.

“Kalau pasien sakit itu kan tak bisa menunggu, begitu juga oksigen harus terisi, pasien tidak mau tau ada atau tidak ada minyak,” ucapnya.

Parahnya lagi, Dian mengatakan tak bisa selalu mengandalkan listrik di Pulau Jemaja lantaran tegangannya tidak stabil. Sehingga jika ada pelayanan di ruang operasi, RSUD Jemaja sangat mengandalkan genset untuk mendukung tindakan medis tersebut.

“Dalam perencanaan kita RSUD mengkonsumsi sebulan sebenarnya itu 600 liter, jadi agak ketar ketir juga. Hal ini sudah saya konfirmasi ke dinas, memang masih dipelajari sepertinya untuk terakomodir atau tidak,” tuturnya.

“Yang jelas untuk alat oksigen kami yang biasanya running tiap hari jadi kami kurangi. Kalau di kami 200 liter itu tetap tidak cukup, harus cari alternatif cari (minyak) yang non subsidi, ” tambahnya. ***Yahya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini