Tasikmalaya, mandalapos.co.id — Kegiatan Workshop Literasi dan Numerasi “Rumah Otak Anak” bagi guru PAUD di wilayah Kecamatan Singaparna terus didorong sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran anak usia dini, Kamis (23/04/2026).
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Dudi Rohdinulhaq, dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya penerapan metode pembelajaran yang ramah otak anak melalui tiga prinsip utama.Menurutnya, prinsip pertama adalah pembelajaran kontekstual, di mana anak dikenalkan pada konsep literasi dan numerasi melalui benda nyata di sekitarnya.
“Anak-anak harus diajarkan dari hal-hal yang konkret, seperti menghitung benda yang mereka lihat langsung,” ujarnya.
Prinsip kedua, lanjut Dudi, adalah penguatan aspek emosional. Guru diharapkan mampu membimbing tanpa menyalahkan, sehingga anak merasa percaya diri dan nyaman dalam proses belajar.
“Anak harus merasa bahwa apa yang mereka lakukan itu benar atau sedang dalam proses menuju benar, bukan langsung disalahkan,” katanya.
Sementara prinsip ketiga adalah pembelajaran berbasis multiindra dan gerak. Anak didorong untuk aktif bergerak, seperti menunjuk atau mengambil benda saat belajar berhitung, sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami.
Dudi juga menekankan pentingnya pemahaman konsep bilangan sejak dini. Anak tidak hanya mengenal angka dan huruf, tetapi juga memahami maknanya melalui benda konkret. Bahkan, konsep matematika sederhana seperti perkalian mulai diperkenalkan secara bertahap.
“Misalnya dua kali tiga dan tiga kali dua, secara hasil memang sama, tetapi konsepnya berbeda. Ini penting dikenalkan sejak awal agar anak memahami struktur bilangan dengan baik,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru PAUD di Kecamatan Singaparna mampu menerapkan metode pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan sesuai dengan perkembangan anak, sehingga mampu membangun dasar literasi dan numerasi yang kuat sejak usia dini.*
*ARIS




















