Anambas, mandalapos.co.id — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar peringatan satu tahun perjalanan kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Aneng dan Raja Bayu, melalui kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama masyarakat di Masjid Agung Baitul Makmur, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi atas satu tahun kepemimpinan sejak pasangan ini memenangkan Pilkada 2024 lalu.
Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan
Dalam pidatonya, Bupati Aneng mengajak masyarakat mengenang kembali suasana kemenangan yang penuh harapan. Ia menyebut dukungan masyarakat saat itu bukan sekadar pilihan politik, melainkan amanah untuk menghadirkan masa depan Anambas yang lebih baik.
“Satu tahun ini adalah tahun konsolidasi, tahun meletakkan fondasi, sekaligus tahun ujian,” ujar Aneng.
Menurutnya, di tengah upaya pembangunan daerah, pemerintah daerah juga menghadapi dinamika kebijakan nasional, termasuk kebijakan efisiensi dan penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat. Penyesuaian tersebut, kata dia, bertujuan menjaga stabilitas fiskal nasional dan memastikan belanja negara fokus pada program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari sistem pemerintahan nasional, Kabupaten Kepulauan Anambas turut melakukan rasionalisasi kegiatan, penajaman program prioritas, serta penyesuaian alokasi anggaran.
Namun demikian, Aneng menegaskan efisiensi bukan berarti menghentikan pembangunan.
“Efisiensi adalah membangun dengan lebih bijak, lebih cermat, dan lebih bertanggung jawab,” tegasnya.

Langkah Strategis Pemerintah Daerah
Selama satu tahun terakhir, Pemkab Anambas mengambil sejumlah langkah strategis, antara lain:
- Evaluasi dan rasionalisasi program agar fokus pada pelayanan dasar dan kebutuhan prioritas masyarakat.
- Pengurangan belanja kurang produktif dan pengalihan pada program berdampak langsung.
- Peningkatan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan anggaran.
- Penguatan sinergi pendanaan melalui kolaborasi lintas sektor.
Meski sejumlah rencana pembangunan mengalami penundaan akibat kebijakan efisiensi, sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama.
Capaian Pembangunan 2025
Dalam paparannya, Aneng juga menyampaikan sejumlah indikator capaian pembangunan daerah.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kepulauan Anambas tahun 2025 mencapai 74,07 (kategori tinggi), meningkat 0,60 poin atau sekitar 0,82 persen dibanding tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif. Pada Triwulan I tumbuh 2,28 persen, melonjak menjadi 12,68 persen pada Triwulan II, dan kembali meningkat menjadi 15,71 persen pada Triwulan III.
Persentase penduduk miskin pada Maret 2025 tercatat 6,35 persen atau sekitar 2,86 ribu orang, mengalami penurunan dibandingkan 2024. Indeks Gini juga turun dari 0,32 menjadi 0,28, menandakan berkurangnya kesenjangan ekonomi.
Di sektor kesehatan, cakupan kepesertaan BPJS mencapai 99,93 persen. Angka stunting berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia berada di angka 15,8 persen.
Pada sektor pendidikan, sebanyak 493 guru telah tersertifikasi, serta hadirnya Sekolah Rakyat dengan 36 siswa dari empat kecamatan.
Sektor perikanan mencatat produksi sebesar 26.957 ton dengan nilai mencapai Rp1,02 triliun. Ekspor ikan hidup mencapai 178.800 kilogram senilai Rp15,2 miliar, sementara usaha pengolahan ikan mencapai 531.426 kilogram senilai Rp33,7 miliar.
Sebanyak 10 desa telah ditetapkan sebagai desa mandiri. Dari total 52 desa, sebanyak 42 desa telah membentuk Koperasi Desa Merah Putih. Peserta BPJS Ketenagakerjaan tercatat 2.571 jiwa dari berbagai sektor non-pemerintahan.

Penguatan Infrastruktur dan Tata Kelola
Pemerintah daerah juga memperkuat konektivitas antar desa melalui pembangunan jalan, operasional Pelabuhan RoRo Kuala Maras, pembangunan 66 tower telekomunikasi di 10 kecamatan, serta migrasi 58 titik ke jaringan serat optik. Desa Piasan bahkan berhasil meraih peringkat enam besar nasional sebagai Desa Digital.
Dari sisi tata kelola, Indeks Reformasi Birokrasi mencapai 74,27 (kategori B), nilai akuntabilitas 61,96, serta kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Di bidang inovasi, Kabupaten Kepulauan Anambas mempertahankan kategori inovatif dengan nilai 41,36.
Fokus Pembangunan ke Depan
Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Aneng menegaskan fokus pembangunan tetap pada:
- Percepatan pemerataan pembangunan antar pulau.
- Penjaminan kualitas pelayanan dasar bagi seluruh masyarakat.
- Penguatan pertumbuhan ekonomi berbasis kelautan dan pariwisata.
Ia juga menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah untuk bekerja lebih terukur, memperkuat pengawasan internal, serta meninggalkan pola kerja rutinitas tanpa inovasi.
“Kami yakin dengan kebersamaan dan dukungan seluruh masyarakat, Kabupaten Kepulauan Anambas akan terus melangkah maju,” pungkasnya. **(ADVERTORIAL)
*YAHYA



















