Tasikmalaya.Mandalapos.co.id – Suasana siaga terasa sejak pagi di lingkungan kerja PLN wilayah Tasikmalaya. Sejumlah personel dari berbagai unit layanan berkumpul dalam gelar pasukan, memastikan satu hal penting: listrik tetap menyala saat masyarakat merayakan Idul Fitri.
Kegiatan yang digelar pada 10 Maret 2026 itu menjadi bagian dari persiapan Siaga Idul Fitri 1447 Hijriah di lingkungan UP3 Tasikmalaya, UID Jawa Barat.
Personel dari sejumlah wilayah layanan hadir, mulai dari WLP Singaparna, Tasikmalaya Kota, Karangnunggal, Rajapolah, Ciamis, Banjar hingga Pangandaran.
Manager Unit Layanan PLN Singaparna, Very Indra Pratama, menjelaskan bahwa apel siaga ini merupakan langkah awal memastikan seluruh personel dan peralatan siap menghadapi periode penting saat kebutuhan listrik masyarakat meningkat.
“Apel ini memastikan kesiapan personel, peralatan kerja, serta alat pelindung diri agar seluruh tim dapat menjalankan tugas dengan aman selama masa siaga Idul Fitri,” ujarnya.
Dalam pengarahan manajemen PLN, keselamatan kerja menjadi pesan utama yang terus ditekankan. Menurut Very Indra Pratama, pekerjaan kelistrikan memiliki risiko tinggi karena bersinggungan langsung dengan jaringan bertegangan 20 kV. Karena itu, seluruh personel diwajibkan mematuhi standar K2 dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
“Pesan dari manajemen jelas, tidak ada yang lebih penting dari keselamatan jiwa manusia. Di mana pun kami bekerja, keselamatan harus menjadi prioritas,” katanya.
Selain memastikan keselamatan personel, PLN juga melakukan pengecekan menyeluruh terhadap alat kerja, APD, serta kendaraan operasional yang akan digunakan selama masa siaga.
Untuk memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan listrik, ULP Singaparna menyiapkan empat posko siaga yang tersebar di wilayah kerjanya, yakni Posko Singaparna, Posko Sodong, Posko Tanjungjaya, dan Posko Salawu.
Posko-posko ini dilengkapi dengan armada motor, mobil operasional, serta unit pelayanan bergerak yang siap bergerak selama 24 jam.
Masa Siaga Idul Fitri PLN sendiri dijadwalkan berlangsung mulai 14 Maret hingga 28 Maret 2026.
Selain kesiapan internal, PLN juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika terjadi gangguan listrik. PLN telah menyediakan beberapa kanal komunikasi yang dapat digunakan pelanggan, di antaranya Contact Center PLN 123, aplikasi PLN Mobile, serta koordinasi melalui grup komunikasi dengan perangkat desa.
Setiap laporan pelanggan akan ditindaklanjuti dengan sistem respon time, mulai dari laporan masuk hingga proses penanganan di lapangan.

Meski demikian, keterbatasan jumlah personel dan posko terkadang dapat menyebabkan keterlambatan dalam penanganan gangguan. Namun PLN menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
“Namun kami berkomitmen memberikan pelayanan sepenuh hati kepada masyarakat, khususnya selama Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Very Indra Pratama.
Di kesempatan yang sama, Team Leader Teknik PLN ULP Singaparna Bayu Krisna Aji menegaskan, Kesiapan ini dilakukan dengan memperkuat personel lapangan serta membuka sejumlah posko pelayanan guna meminimalisir potensi gangguan listrik saat aktivitas masyarakat meningkat selama bulan suci.
PLN ULP Singaparna menyiagakan 44 tenaga alih daya bidang teknik dan 10 pegawai organik untuk mendukung pelayanan kelistrikan di wilayah kerja tersebut.” Ujarnya.
Selain itu, PLN juga menyiapkan empat posko siaga, yakni Posko Utama PLN Singaparna, Posko Sodonghilir, Posko Salawu, dan Posko Tanjungjaya. Setiap posko akan menjalankan piket rutin serta patroli jaringan guna memastikan sistem kelistrikan tetap stabil selama masa siaga Ramadhan dan Idul Fitri.
Tim teknik juga melakukan pemeliharaan preventif secara rutin setiap hari, mulai dari pemeriksaan jaringan listrik hingga pemangkasan pohon yang berada dekat dengan jaringan.
Di wilayah Singaparna, pohon yang tumbuh dekat jaringan listrik masih menjadi penyebab utama gangguan kelistrikan. Karena itu, PLN terus melakukan penanganan dini untuk mengurangi potensi pemadaman.
Selama Ramadhan hingga malam takbiran dan salat Idul Fitri, PLN juga menyiapkan personel khusus di sejumlah masjid besar, salah satunya Masjid Agung Singaparna yang biasanya menjadi lokasi pelaksanaan salat Id oleh Bupati Tasikmalaya bersama masyarakat.
PLN mengajak masyarakat untuk mendukung keandalan listrik dengan mengizinkan pemangkasan pohon yang berada dekat jaringan listrik serta tidak melakukan penebangan pohon di sekitar kabel tanpa koordinasi dengan pihak PLN.
Pasalnya, penebangan pohon tanpa perhitungan yang tepat dapat menimpa jaringan listrik dan berpotensi menyebabkan pemadaman.
Dengan kesiapan personel serta dukungan masyarakat, PLN ULP Singaparna optimistis pasokan listrik selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah dapat tetap aman dan nyaman.*
*YAHYA




















