Mandalapos.co.id, Anambas – Jalan Kampung Baru Kelurahan Tarempa, menjadi salah satu jalan yang aktivitasnya padat saat jam masuk sekolah dan kantor.
Jalan dengan kontur menurun ini hanya memiliki lebar sekitar 2 meteran, sementara di sisi kiri kanannya sudah dipenuhi bangunan rumah dan juga sekolah.
Pantauan mandalapos, badan jalan semenisasi ini tak lagi mulus, banyak lubang-lubang dan batu kerikil yang mulai terlihat saat dilintasi.
Hal inilah yang membuat Maryam Magdalena, Ketua RT 01 di Jalan Kampung Baru Kelurahan Tarempa itu, mengaku miris melihat jalan yang padat penggunanya, namun tidak pernah lagi mendapatkan sentuhan perbaikan.
Dirinya pun sering merasa khawatir ketika hujan mulai membasahi jalan tersebut. Pasalnya, badan jalan akan menjadi licin dan rawan kecelakaan. Apalagi, Jalan Kampung Baru ini menurun dan terdapat 2 unit sekolah yakni SDN 002 dan 003.
“ Ya kita takut orang lewat situ jatuh, terutama pagi anak sekolah , itu licin. Tolong lah jalan kami ini diperbaiki,” pinta Maryam.
Menurut Maryam, pihak Kelurahan Tarempa telah mengetahui kondisi Jalan Kampung Baru. Bahkan katanya, pihak kelurahan akan memasangkan lampu penerangan di beberapa titik jalan.
Sementara itu, dalam Musrenbang Kelurahan Tarempa Tahun Anggaran 2023 yang digelar pada Senin (7/2) kemarin. Lurah Tarempa Syamsir telah memasukan Jalan Kampung Baru ke dalam usulan prioritas untuk diajukan ke Pemkab Kepulauan Anambas.
“Usulan prioritas kita yaitu Revitalisasi Jalan Kampung Baru beserta drainase yang merupakan kebutuhan warga ketika musim hujan. Adapun jalan Kampung Baru yang akan direvitalisasi sepanjang 400 meter dan lebar 2 meter, dengan biaya sekitar Rp1 Miliar,” terang Syamsir.
“Kedua pengelolaan DAS Sungai Raden Saleh Tarempa RT002/RW 03, biayanya Rp300 juta. Ketiga pembuatan Drainase Jalan Pemuda dari atas ke bawah sepanjang 250 meter dengan biaya Rp 1 miliar. Kemudian batu miring Sungai Sugi dan drainase Jalan Tongkol yang masing-masing butuh biaya sekitar Rp 300 juta lebih,” tambahnya. ***Yahya




















