Jejak Sampah di Pulau Hiu Perjalanan 2 Jam Pemuda Kiabu Menjaga Laut Tetap Bernapas

Anambas, mandalapos.co.id — Ombak pelan menyapu bibir Pulau Hiu. Di antara pasir dan karang, terselip plastik-plastik kiriman laut sunyi, tapi terus bertambah.

Pagi itu, Kamis (26/3/2026), sekelompok pemuda Desa Kiabu datang bukan untuk berwisata. Mereka membawa karung, sarung tangan, dan satu tujuan membersihkan jejak sampah yang tak mereka hasilkan sendiri.

Perjalanan menuju Pulau Hiu bukan perkara singkat. Sekitar dua jam ditempuh dari Desa Kiabu, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas. Namun lelah di perjalanan seolah terbayar saat satu per satu sampah berhasil diangkat dari pesisir.

Di garis pantai, tangan-tangan muda dan mudi bergerak cepat. Botol plastik, kemasan makanan, hingga serpihan sampah lainnya dikumpulkan. Sebagian besar merupakan sampah hanyut yang terbawa arus laut dari tempat yang tak diketahui.

Kegiatan ini bukan kerja sendiri. Pemuda-pemudi Desa Kiabu berkolaborasi dengan Yayasan Anambas—lembaga yang bergerak di bidang lingkungan dan konservasi.

“Kita fokus bersihkan sampah kiriman, terutama plastik. Setelah itu dipilah sesuai jenisnya,” ujar Febrian Shah, Ketua Karang Taruna Desa Kiabu yang juga bertindak sebagai koordinator lapangan.

Bagi mereka, membersihkan hanyalah separuh dari perjuangan. Setelah dikumpulkan, sampah-sampah itu tidak dibuang begitu saja. Semuanya dibawa kembali dan dikelola melalui Bank Sampah Desa Kiabu.

Di sana, sampah dipilah berdasarkan kategori plastik, dan jenis lainnya sebagai bagian dari upaya pengelolaan berkelanjutan.

Bagi Febrian, kegiatan ini bukan sekadar aksi sesaat. “Harapannya, Desa Kiabu bisa lebih bersih dan tidak lagi dipenuhi sampah, termasuk di pulau-pulau kecil sekitar,” ujarnya.

Program ini pun telah disusun untuk jangka panjang. Gotong royong di desa dilakukan setiap minggu, sementara pembersihan pulau-pulau kecil seperti Pulau Hiu dijadwalkan sebulan sekali.

Pulau lain pun masuk dalam rencana berikutnya, meski masih menunggu penjadwalan lebih lanjut.

Langkah kecil ini mungkin tampak sederhana. Namun di wilayah kepulauan seperti Anambas, menjaga laut tetap bersih adalah perjuangan yang tak bisa ditunda.

Di Pulau Hiu, hari itu, para pemuda telah memulai sesuatu: memastikan bahwa laut tidak terus-menerus menanggung beban dari daratan yang jauh.*

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini