Tasikmalaya, mandalapos.co.id — Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian Swadaya sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran penyuluhan di tengah keterbatasan tenaga penyuluh.
Kegiatan yang diikuti sekitar 45 peserta dari perwakilan kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya ini menjadi tahap awal dalam memetakan keberadaan serta potensi penyuluh pertanian swadaya di daerah.
Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya, Restu, menjelaskan bahwa penyuluh swadaya memiliki peran penting dan masih aktif di lapangan. Menurutnya, keberadaan mereka menjadi peluang besar dalam mendukung tugas penyuluh pertanian formal.
“Penyuluh swadaya ini merupakan petani sukses yang memiliki inovasi dan pengalaman. Mereka bisa mentransfer ilmu kepada petani lain. Ini sangat membantu di tengah keterbatasan penyuluh yang ada,” ujarnya.
Data saat ini menunjukkan jumlah penyuluh pertanian berstatus PNS dan PPPK di Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 197 orang. Sementara kebutuhan ideal mencapai 351 orang sesuai jumlah desa yang ada, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 154 penyuluh.
Melalui kegiatan bimtek ini, pemerintah daerah berupaya menata kembali keberadaan penyuluh swadaya, baik dari sisi kelembagaan, peningkatan sumber daya manusia, hingga pendataan komoditas unggulan di masing-masing wilayah.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman terkait legalitas penyuluh swadaya yang telah memiliki payung hukum yang jelas, sehingga dapat menjalankan perannya secara lebih terarah dan terlindungi.
“Kita dorong agar ada sinergi antara penyuluh swadaya dengan penyuluh di BPP maupun PNS. Harapannya, program penyuluhan pertanian bisa berjalan lebih optimal dan menjangkau seluruh wilayah,” tambah Restu.
Ke depan, hasil kegiatan ini akan dilaporkan kepada pimpinan daerah sebagai dasar untuk membuka peluang fasilitasi pertemuan lanjutan dengan kepala daerah, guna memperkuat dukungan terhadap penyuluh swadaya.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyuluhan pertanian yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani serta keberhasilan program pertanian, baik di tingkat daerah maupun nasional.*
*ARIS





















