Natuna, mandalapos.co.id — Pemerintah telah merampungkan pembangunan pipa transmisi air baku dari Embung Sebayar di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Proyek strategis ini dinilai vital untuk meningkatkan ketersediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah perbatasan.
Pembangunan infrastruktur tersebut menelan anggaran sekitar Rp16,4 miliar. Pipa transmisi dirancang untuk mengalirkan air baku menuju reservoir Bukit Berangin yang berada di ketinggian sekitar 160 meter di atas permukaan laut, sebelum selanjutnya didistribusikan ke pelanggan.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna, Zaharuddin, mengatakan operasional sistem akan segera berjalan setelah proses serah terima rampung.
“Setelah serah terima selesai, air baku dari Embung Sebayar akan disedot menggunakan mesin pompa, lalu dialirkan melalui pipa menuju reservoir Bukit Berangin untuk kemudian didistribusikan,” ujarnya.
Ia menyebut, sistem tersebut diperkirakan mampu memproduksi air bersih hingga 50 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Natuna.
Pembangunan pipa transmisi ini menjadi bagian dari langkah konkret pemerintah dalam mengoptimalkan pemanfaatan Embung Sebayar. Dengan selesainya proyek tersebut, sistem distribusi air dinilai semakin siap beroperasi secara penuh setelah serah terima resmi kepada pemerintah daerah.
Selanjutnya, pengelolaan operasional dan pemeliharaan sistem akan berada di bawah tanggung jawab Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna.
Zaharuddin berharap kapasitas produksi yang mencapai 50 liter per detik dapat membantu mengatasi persoalan keterbatasan air bersih yang selama ini masih dirasakan di sejumlah wilayah.
Meski pembangunan pipa transmisi telah rampung, Zaharuddin mengungkapkan masih terdapat tantangan besar dari sisi biaya operasional. Menurutnya, operasional sistem membutuhkan anggaran ratusan juta rupiah per bulan, terutama untuk kebutuhan listrik yang cukup tinggi.
Sementara itu, pendapatan Perumda saat ini disebut belum sepenuhnya mampu menutup beban biaya tersebut.
Untuk mencari solusi pembiayaan yang berkelanjutan, pihak Perumda akan melakukan pembahasan bersama sejumlah pihak, mulai dari Kuasa Pemilik Modal (KPM) yang merupakan Bupati Natuna, Dewan Pengawas, hingga Komisi III DPRD Natuna sebagai mitra BUMD.
Selain pembiayaan, Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna juga menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung operasional sistem Embung Sebayar.
Zaharuddin menyampaikan, sejumlah pegawai Perumda saat ini sedang mengikuti pelatihan khusus untuk menjadi operator pengelolaan sistem. Ia menekankan pentingnya tenaga teknis yang memahami mesin dan kelistrikan.
“Minimal lulusan D3 Teknik Mesin yang menguasai kelistrikan dibutuhkan agar pengoperasian embung berjalan optimal dan stabil,” tegasnya.
Dengan rampungnya pipa transmisi Embung Sebayar, pemerintah daerah berharap distribusi air bersih di Natuna dapat meningkat secara merata dan berkelanjutan.*
*Zubadri





















