Panen Perdana Jagung BUMDes Gunung Samak Disaksikan Bupati, Tarempa Selatan Targetkan 5,5 Ton dari Lahan 1 Hektare

Anambas, mandalapos.co.id – Deretan tanaman jagung yang menguning di lahan Dusun 2 Rintis, Desa Tarempa Selatan kecamatan Siantan kabupaten kepulauan Anambas, Kamis (12/3/2026), menjadi saksi dimulainya panen perdana program ketahanan pangan yang dikelola BUMDes Gunung Samak.

Di tengah hamparan jagung yang siap dipetik, sejumlah pejabat daerah tampak hadir menyaksikan langsung kegiatan tersebut. Mulai dari Bupati Kepulauan Anambas, Wakil Bupati Aneng, Sekretaris Daerah, hingga jajaran Forkopimda turut mendampingi masyarakat dan kelompok tani dalam panen simbolis tersebut.

Panen yang dilakukan di RT 12 RW 4 Dusun 2 Rintis itu merupakan hasil penanaman jagung yang dimulai sejak Desember lalu. Dari lahan sekitar 1 hektare, BUMDes Gunung Samak memperkirakan total produksi jagung dapat mencapai sekitar 5,5 ton.

Pada panen simbolis yang dilakukan bersama pejabat daerah, hasil jagung yang berhasil dipetik diperkirakan mencapai sekitar 320 kilogram, meski sebagian besar hasil panen masih menunggu proses pemanenan lanjutan.

Kepala Desa Tarempa Selatan, Surianto, mengatakan program penanaman jagung ini merupakan bagian dari upaya desa dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah.

“Program ini juga untuk memberi contoh kepada masyarakat bahwa menanam jagung itu sebenarnya cukup mudah dilakukan di desa kita,” ujar Surianto.

Menurutnya, selama ini masyarakat di Desa Tarempa Selatan belum terbiasa menanam jagung secara serius, meskipun kondisi lahan memungkinkan untuk dikembangkan sebagai komoditas pangan.

Melalui program yang dijalankan BUMDes Gunung Samak, pemerintah desa berharap masyarakat mulai tertarik memanfaatkan lahan mereka untuk menanam jagung.

“Harapan kita masyarakat bisa melihat hasilnya dan ikut menanam jagung di lahannya masing-masing,” katanya.

Untuk mendukung pengolahan hasil panen, BUMDes Gunung Samak juga telah menyiapkan sejumlah fasilitas, di antaranya mesin pipil jagung dan mesin pemecah jagung yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Jika seluruh proses panen berjalan lancar, Surianto memperkirakan kegiatan pemanenan di lahan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima hari.

Sementara untuk pemasaran hasil jagung, pihak desa menyerahkan sepenuhnya kepada pengelola BUMDes Gunung Samak yang saat ini masih mengatur proses pengemasan dan distribusi hasil panen.

Melalui langkah ini, pemerintah desa berharap BUMDes tidak hanya menjadi penggerak ekonomi desa, tetapi juga mampu memperkuat kemandirian pangan masyarakat di Tarempa Selatan.*

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini