
Mandalapos.co.id, Natuna- Pemerintah Kabupaten Natuna meminta Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (BAKTI Kominfo) mempercepat pembangunan menara base transceiver station (BTS) untuk menunjang berbagai aktivitas.
“Kami membuat surat bupati yang ditujukan kepada BAKTI Kominfo untuk mempercepat (pembangunan BTS). Sebab anak sekolah butuh internet. Kami juga bekerja dari desa juga harus lancar ketika bekerja dari rumah,” ujar Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Natuna Raja Darmika, dilansir dari metrotv ‘program BAKTI untuk Negeri’, Rabu (11/8).
Berdasarkan pemaparan Raja, BAKTI Kominfo akan memberikan 17 menara BTS, sembilan di antaranya sedang dalam proses pembangunan
“Mudah-mudahan, dengan surat bupati ini, tidak hanya sembilan lokasi yang dipercepat, tapi juga 17 lokasi lainnya,” kata Raja.
Raja juga bercerita, Proses pembangunan sempat tertunda akibat masa pandemi dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sejak akhir Juni. Sehingga pengiriman bahan bangunan sempat tertahan di Batam.
Salah satu lokasi pembangunan menara BTS berada di Desa Pengadah, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Saat ini proses pembangunan masih dalam tahap pemasangan besi.
Pembangunan BTS itu pun disambut baik oleh warga Desa Pengadah. Mereka mengaku sudah tidak sabar untuk merasakan kelancaran jaringan internet. Hadirnya jaringan internet akan mempermudah melakukan aktivitas harian mereka sekaligus mengetahui perkembangan di daerah lain.
“Seluruh kegiatan kami terhambat. Misalnya, pengiriman laporan tidak bisa dikirim,” ujar Kepala Desa Pengadah, Muhtar Harun.
Akibatnya, tidak jarang dirinya mendapat teguran dari pihak pemerintah kabupaten. Alasannya, mereka menunggu laporan dari desa yang tak kunjung dikirim.
“Kami tidak terima gara-gara sinyal tidak ada. Apalagi nelayan kalau mendapat musibah di laut. Kami tidak dapat informasi, gimana mau bantu,” kata Muhtar.
Jika pembangunan menara BTS selesai, Muhtar berharap tingkat kemajuan Desa Pengadah bisa setara dengan berbagai desa lainnya. Dari segi bisnis, pendidikan, maupun kegiatan sosial.
“Kami hanya orang awam. Jika tidak ada sinyal makin parah,” ucapnya.
***Suparman























