Tasikmalaya, Mandalapos.co.id – Malam di Desa Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya tak lagi sekadar sunyi. Ia berubah menjadi ruang gelap yang menyisakan rasa cemas bagi warganya.
Di bawah langit yang minim cahaya, jalanan desa tampak lengang. Lampu-lampu penerangan yang seharusnya berdiri sebagai penjaga malam, kini banyak yang padam seolah ditinggalkan tanpa perawatan.
Ahmad Yusuf, tokoh masyarakat setempat, saat di konfirmasi Rabu ( 15/4/2026 ) menyuarakan kegelisahan itu. Ia menyebut kondisi penerangan jalan umum (PJU) di wilayahnya sudah lama memprihatinkan. Jika diperkirakan, hampir 90 persen lampu jalan sudah mati.
Kondisi ini bukan sekadar soal gelap. Bagi warga, ini tentang rasa aman yang perlahan memudar. Di beberapa titik, jalan yang rusak memperparah situasi. Tanpa penerangan memadai, risiko kecelakaan meningkat, terutama bagi pengendara yang melintas di malam hari. Lebih dari itu, kekhawatiran akan potensi tindak kriminal juga membayangi.
Warga mengaku keluhan ini bukan hal baru. Sudah berulang kali disampaikan kepada pihak terkait, namun hingga kini belum terlihat perbaikan yang signifikan.
Harapan pun diarahkan ke pemerintah daerah, mulai dari dinas teknis seperti PUPR dan perhubungan hingga para wakil rakyat di DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Ahmad juga menyinggung janji pemerintah provinsi terkait program penerangan wilayah Jawa Barat agar benar-benar dirasakan hingga ke pelosok desa.
Di tengah kegelapan itu, suara lain ikut mengusik ketenangan warga. Deru knalpot bising dari kendaraan bermotor kerap memecah malam, menambah keresahan yang sudah ada. Warga berharap aparat terkait dapat menertibkan hal tersebut agar lingkungan kembali kondusif.
Kini, masyarakat Desa Puspahiang hanya menunggu apakah keluhan ini akan kembali berlalu tanpa jawaban, atau justru menjadi titik awal perubahan. Di jalan yang gelap, harapan itu masih menyala.*
*YAHYA























