Dibangun Sejak 2020, IGD RSUD Jemaja Belum Dioperasikan

Mandalapos.co.id, Anambas – Bangunan ruang Instalasi Gawat Darurat  (IGD) pada UPT RSUD Jemaja menambah daftar bangunan “mubazir” di Kepulauan Anambas.

Memakan anggaran sekitar Rp686 juta, bangunan yang dikerjakan menggunakan DAK APBD Kepulauan Anambas tahun 2020 itu hingga kini belum digunakan.

Pantauan di lapangan, dinding bangunan yang belum genap berusia 2 tahun itu sudah terlihat retak-retak. Sementara tanah di sekeliling bangunan juga telah ditumbuhi rumput liar setinggi lutut orang dewasa.

Ditemui mandalapos, Direktur RSUD Jemaja, Dian Tamalia Rumoga, mengatakan pihaknya belum berani mengoperasikan ruang IGD tesebut, lantaran belum ada serah terima bangunan dan aset dari Dinas Kesehatan Kepulauan Anambas ke RSUD Jemaja.

Demikian ditanya apa penyebab belum diserahkannya bangunan itu, Dian mengatakan tak bisa menjawab lantaran sebagai Unit Pelaksana Teknis, pihaknya hanya menunggu arahan dari Dinas Kesehatan.

“Jadi kenapa belum dioperasionalkan kita tak bisa menjawab, itu kita kembalikan ke dinas kesehatan sebagai unit kerja kami,” ujarnya saat ditemui Kamis (7/7) kemarin.

Dian mengungkapkan, penambahan ruang IGD pada RSUD Jemaja itu ditujukan untuk penyesuaian keterbatasan ruang unit RSUD. Meski demikian ungkap Dian, masih banyak fasilitas dan prasarana yang perlu dilengkapi jika ruang IGD tersebut ingin difungsikan.

Awak media mandalapos pun telah mencoba mendatangi Kantor Dinas Kesehatan Kepulauan Anambas untuk mengkonfirmasi masalah tersebut. Sayangnya, menurut staf di kantor itu, Kepala Dinas Kesehatan sedang melakukan kunjungan dinas dalam daerah. ***Yahya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini