Ritual Bersih Nagari HUT Ke-187 Tulungagung Dihadiri Miss Universe Swiss

Miss Universe asal Swiss berkolaborasi bersama ratusan penari reog kendang di momen HUT ke-187 Tulungagung (Foto: istimewa)

Mandalapos.co.id, Tulungagung — Ratusan warga saling berebut tumpeng lanang dan tumpeng wadon di prosesi Bersih Nagari Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-817. Upacara adat juga turut dihadiri Miss Universe Switzerland.

Rebutan dua tumpeng agung itu dilakukan setelah rangkaian upacara adat Bersih Nagari di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa selesai. Dua tumpeng yang berisi nasi beserta aneka lauk pauk, serta hasil bumi digotong menuju pintu gerbang pendopo.

Saat pintu dibuka, ratusan warga yang telah menunggu langsung menyerbu tumpeng lanang dan wadon tersebut. Warga saling berebut untuk mendapatkan aneka makanan dan aneka hasil bumi.

“Saya sering ikut rebutan seperti ini, suka saja. Ini dapat pisang sama sayur,” kata Sutari, warga Desa Ringinpitu, Jumat (18/11/2022).

Dipimpin Bupati Tulungagung, Maryoto Bhirowo, upacara adat Bersih Nagari diawali dengan kirab pataka beserta tumpeng lanang dan tumpeng wadon dari kantor Pemkab Tulungagung menuju Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa dengan Prosesi upacara adat Jawa.

Foto: istimewa

Setelah sampai di pendopo, pataka Tulungagung diserahkan ke bupati dilanjutkan dengan rangkaian pakem Bersih Nagari.

Yang berbeda, pada momen hari jadi ke-817 ini, Pemkab Tulungagung mendapat tamu Miss Universe Switzerland Alia Guindi beserta dua finalis lainnya. Ratu kecantikan asal Swiss tersebut sempat berkolaborasi bersama ratusan penari reog kendang.

Bupati Maryoto Birowo, berharap,nulang tahun Tulungagung membawa keberkahan bagi kepada seluruh komponen masyarakat. Salah satu yang menjadi harapan besar adalah kemajuan perekonomian, karena dua tahun berturut-turut telah hajar oleh pandemi COVID-19.

“Harapannya harus terjadi transformasi ekonomi. Dimana percepatan pembangunan yang 5.5 itu kan transformasi ekonomi. Sekarang ini batik sudah mulai berkembang, handycraft kemudian kerajinan batu anyam-anyaman sampai pada onyx dan marmer dan sebagainya,” kata Maryoto.

“Pengusaha-pengusaha kemarin juga sudah saya kumpulkan terkait produk-produk ekspor. Kita optimis bangkit,” jelasnya.

Hari ini Tulungagung genap berusia 817 tahun. Hari jadi Tulungagung ditetapkan pemerintah daerah melalui Perda No 27 Tahun 2002 Tentang Hari Jadi Tulungagung.
Penetapan hari jadi berkiblat pada Prasasti Lawadan di Desa Wates, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung. Prasasti tersebut merupakan peninggalan masa kerajaan Kediri.

*** (Ed)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini