Bengkalis, mandalapos.co.id — Usia 143 tahun bukan sekadar angka bagi Vihara Cin Bu Kiong di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara. Di tengah perayaan yang dirangkai dengan Cap Go Meh Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Kasmarni menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk menjaga harmoni keberagaman sekaligus memastikan pembangunan di wilayah pesisir tersebut tetap berjalan.
Perayaan yang digelar pada Minggu, 1 Maret 2026, di aula vihara itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Dalam sambutannya, Kasmarni menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang vihara yang telah berdiri lebih dari satu abad. Menurutnya, eksistensi vihara tidak hanya sebagai rumah ibadah, tetapi juga pusat pembinaan moral, spiritual, dan sosial masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-143. Semoga Vihara Cin Bu Kiong terus menjadi perekat kebersamaan dan simbol harmonisasi keberagaman di daerah ini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat merayakan Cap Go Meh kepada umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa. Momentum tersebut diharapkan menjadi penguat nilai toleransi, gotong royong, serta persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.
Menurut Kasmarni, selama lebih dari satu abad vihara tersebut telah berperan dalam menjaga nilai kebajikan dan keharmonisan antarumat beragama. Hal itu sejalan dengan semangat kebhinekaan yang menjadi fondasi pembangunan di Kabupaten Bengkalis.
Ia menegaskan, pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga penguatan mental dan spiritual masyarakat. Karena itu, Pemerintah Daerah berkomitmen mendukung kegiatan keagamaan dan sosial seluruh umat beragama tanpa terkecuali.
Dalam kesempatan tersebut, Kasmarni juga menegaskan bahwa Kecamatan Rupat Utara tetap menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah, termasuk Desa Titi Akar. Ia mengakui adanya harapan masyarakat terhadap peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, dan kesejahteraan ekonomi.
Namun demikian, ia meminta pengertian masyarakat karena saat ini pemerintah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran sebagai bagian dari penyesuaian kondisi keuangan daerah serta kebijakan nasional.
“Efisiensi bukan berarti berhenti membangun. Pembangunan tetap berjalan secara bertahap, terencana, dan berkeadilan sesuai kemampuan keuangan daerah,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Kasmarni mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan nilai cinta kasih, kebajikan, dan gotong royong sebagai landasan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ia juga mengapresiasi kontribusi pengurus vihara serta masyarakat Tionghoa yang selama ini turut menjaga persatuan dan kedamaian di Negeri Junjungan.
Acara tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Hardianto (Asek) dan Ferry Situmeang, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Saputra TH, Ketua DWP Kabupaten Bengkalis Ira Vandriyani, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, serta unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat setempat.
Perayaan malam itu menjadi penanda bahwa keberagaman di Kabupaten Bengkalis bukan sekadar slogan, melainkan praktik hidup sehari-hari yang dirawat oleh tradisi, diperkuat oleh dialog, dan dijaga bersama dalam semangat persatuan.
*ALHAFISH
























